[FF Series] Kyuminator : The Beginning

Standard

Tittle : Kyuminator : The Beginning

Genre : Romance, Fantasy, Gaje -_-“

Cast :     – Cho Kyuhyun

–          Jennie Watson

–          Daniella Denia Williams

 

 

Poster By : Cover FF

 

 

-Satu-

 Selangkah demi selangkah aku menyusuri lorong-lorong berdinding besi ini. Sesekali aku berhenti melangkah dan membaca tulisan di beberapa pintu yang berjajar dengan jarak yang tidak begitu jauh.

“Dimana Kamar Kecilnya.” Keluhku. Sejak tadi aku tidak menemukan Satupun pintu dengan tulisan WC Atau semacamnya. Bodohnya aku  tadi juga tidak bertanya pada Mrs.Denia dimana letak kamar kecil. Aku mulai melangkah lagi menuju pintu berikutnya, berharap itulah pintu yang kucari. Namun pintu itu juga bukanlah pintu yang tepat, malah tulisan didepan pintu itu terkesan menyeramkan “WARNING : DILARANG MASUK” Itulah tulisan yang terpampang didepan pintu yang tepat berada didepan ku sekarang. Aku mencoba mendorong pintu itu dan mengabaikan larangan yang tertulis didepan pintu. Aku adalah tipe orang yang mudah sekali penasaran, melihat larangan dilarang masuk, aku malah jadi ingin tau apa yang ada dibalik pintu itu dan apa alasannya ruangan itu tidak boleh dimasuki.

Aku begitu terkejut setelah berada didalam ruangan itu. Barisan orang dengan pakaian seperti Prajurit yang jumlahnya puluhan bahkan mungkin ratusan secara bersamaan menodongkan senjata kearahku  . Dengan cepat aku mengangkat tangan memberi tanda bahwa aku bukan orang jahat.

“Jangan tembak aku. Aku hanya tersesat.” Teriakku dengan nada ketakutan, suaraku membahana keseluruh ruangan. Namun Prajurit itu bergeming dan tetap saja menodongkan senjata mereka kearahku. Seorang prajurit bertubuh tinggi tegap keluar dari barisannya dan melangkah mendekatiku yang masih ketakutan sambil tetap mengangkat kedua tanganku keatas. Pakaiannya sedikit berbeda dari yang lain, menurutku dia adalah pemimpin dari prajurit-prajurit yang masih menodongkan senjatanya padaku.

“Sedang apa kau disini. Bukankah didepan pintu itu sudah ditulis dilarang masuk?” ucap Prajurit yang mendekatiku tadi. Suaranya terdengar sedikit berbeda,  dan dia bicara dengan jeda disetiap kata-katanya. Wajahnya juga terlihat asing, dia bukan seperti Pria dari benua Amerika yang pada umumnya yang berambut Pirang, Bermata biru dan berkulit Putih. Dia berbeda dari Prajurit yang lain yang Bermata Biru, Berambut Pirang dan Berkulit Putih.  Kulit Pria ini memang putih namun berbeda, matanya hitam dan agak sipit rambutnya juga hitam. Dia terlihat seperti Orang dari benua Asia. Dia terlihat seperti orang Jepang? China? Atau Korea? Entahlah, aku tidak bisa menebaknya. Tapi dia terlihat sangat gagah dan tampan apalagi dia memakai seragam tentara seperti sekarang. Seragamnya menambah ketampanannya.

Aku diam tak menjawab pertanyaannya. Aku mengalihkan pandanganku kearah Prajurit yang masih menodongkan senjatanya kearahku. Dan sepertinya Pria didepanku ini mengerti rasa ketakutan yang kualami saat ini. Dia mengangkat tangan kanannya keatas dan secara serentak semua  prajurit dibelakangnya  menurunkan senjata mereka.

“Kau boleh menurunkan tanganmu.” Perintahnya. Dengan perlahan aku menurunkan kedua tanganku dan meminta maaf padanya dan menjelaskan kalau aku tersesat mencari Kamar kecil.

“Jangan pernah lagi masuk kemari. Aku tidak menjamin apa yang terjadi padamu jika kau masuk lagi kemari. Dan Jangan pernah lagi masuk keruangan manapun digedung ini yang bertuliskan Dilarang masuk karena didalamnya kau akan melihat seperti apa yang kau lihat disini.”

“Ya..Maafkan aku…aku akan pergi.” Kataku memutar badan dan membuka pintu hendak keluar dari ruangan yang menyeramkan itu.

“Kau teruslah berjalan lurus, Kamar Kecil ada di ujung Lorong itu.” Suara pria itu terdengar lagi. Aku memutar tubuhku menatap kearahnya. “Terima kasih.” Kataku sambil tersenyum dan segera keluar dari ruangan itu.

***

Aku kembali ketempat seharusnya aku berada, disini berbeda sekali dengan ruangan berisi Prajurit yang tadi kumasuki. Orang-orang disini berpakaian normal layaknya pekerja kantoran. Semua dindingnya bukan terbuat dari besi tetapi dari Kaca dengan banyak computer serta berbagai peralatan canggih lainnya.

Aku kembali duduk mendengar Penjelasan Mrs. Denia. Dia adalah orang yang membawaku kesini, bukan hanya aku tapi ada beberapa Mahasiswadan mahasiswi lain yang juga dibawa kemari.

“Kita Semua adalah Tim, dan didalam Tim ini Saya adalah Leadernya. Karena kita semua adalah satu Tim maka dari itu kita semua harus bekerja sama.”

“Mrs. Denia, Bisa ikut aku sebentar.” Kata seorang lelaki paruh baya memanggil Mrs.Denia. Wanita itu mengangguk dan pergi meninggalkan Kami semua mengikuti Pria yang memanggilnya tadi.

“selama aku kekamar kecil, apa yang Mrs.Denia katakan?” tanyaku pada Stephanie yang duduk disebelahku. Dia juga salah satu Mahasiswa Fakultas Sains yang Direkrut Mrs.Denia untuk jadi Timnya. Tapi Tim apa aku juga tidak tau, karena tadi aku izin kekamar kecil dan saat dikampus ketika kami diajak kemari, tidak ada yang menjelaskan kami akan dibawa kemana dan untuk apa.

“ Kau sudah dengar berita Bahwa ada Pesawat yang diperkirakan berisi Makhluk Luar angkasa sedang menuju Bumi kan? Nah, Karena itu kita semua disini dipersiapkan untuk membantu mereka. Kita dibuat dalam beberapa Tim, ada tim yang bertugas membuat tempat persembunyian untuk warga Sipil dan Beberapa tim membuat Robot yang akan ditugaskan melawan Makhluk dari Luar angkasa tersebut. Kita memang tidak tau apakah Makhluk dari luar angkasa itu Punya niat jahat atau tidak, tapi kita harus tetap waspada dan membuat persiapan sematang mungkin karena untuk apa mereka datang ke Bumi kalau tidak ada maksud tertentu kan? Nah tim kita adalah tim yang bertugas membuat Robot, mereka sudah banyak membuat Robot tapi dirasa itu sangat kurang mengingat pesawat yang menuju kebumi dideteksi ada puluhan pesawat .” Jelas Stephanie Panjang lebar.

“Bukankah kita punya banyak tentara dan peralatan perang yang Canggih?” tanyaku lagi

“Ya, memang benar. Namun tentara itupun tetap harus dibantu dengan Para robot karena menurut para peneliti Makhluk luar angkasa, mereka itu adalah Makhluk yang sangat cerdas dan perkembangan Teknologi disana jauh lebih maju daripada kita disini, karena itulah untuk menghindari Banyaknya tentara yang jadi korban mereka membuat banyak robot untuk membantu. Sebenarnya robot-robot itu sudah lama mereka buat, dan jumlahnya sudah ribuan, namun tetap saja itu dirasa kurang. ”

“Apakah Mrs.Denia menerangkan Kapan Makhluk Luar angkasa itu sampai keBumi?” tanyaku lagi. Aku harus banyak bertanya karena aku benar-benar tidak tau apa-apa karena aku ketinggalan dari penjelasan Mrs.Denia Tadi.

“Ya, Mrs.Denia juga meyinggung soal Kapan Makhluk Luar angkasa itu tiba dibumi, namun tidak ada kepastian Waktu tiba mereka disini. Namun menurut perkiraannya mereka akan tiba Beberapa minggu lagi. Karena itulah mereka Merekrut tenaga Tambahan untuk mempercepat Kerja mereka. Menurut Mrs. Denia akan banyak Mahasiswa Sains lainnya yang akan Bergabung disini.”

Aku mengangguk mengerti. Aku tidak menyangka Ternyata masalahnya serunyam ini. Namun aku cukup lega dan Salut bahwa Pemerintah punya Tim yang sudah lama dipesiapkan untuk Hal-Hal seperti ini.

***

 

“ selama proyek ini berlangsung, kalian akan tinggal disini. Kami sudah menyiapkan kamar dan beberapa keperluan lainnya untuk kalian. Jika kalian kekurangan sesuatu kalian bisa minta padaku, kamarku yang paling ujung. “ jelas Mrs. Denia lagi. Kami mengangguk tanda mengerti.

“Sekarang kalian bisa beristirahat. Besok kita akan mulai bekerja.”

Aku memasuki kamarku yang lumayan luas. Stephanie mengikutiku dari belakang, kebetulan kami satu kamar dan aku senang yang sekamar denganku adalah Stephanie, meskipun dikampus kami bukanlah teman sekelas dan jarang bicara namun ternyata dia sangat ramah dan baik. Dikamar itu ada dua tempat tidur yang dipisahkan oleh sebuah meja kecil. Namun kamarnya sangat sederhana, hanya ada beberapa barang disana seperti Kasur, Lemari kecil dan Lemari pakaian. Tidak ada peralatan elektronik untuk sarana menghibur diri seperti televisi ataupun Radio. Benar-benar membosankan. Untunglah kami tidak dilarang membawa Handphone ataupun Gadget lainnya.

Selain sangat sederhana, Kamar kami ini terkesan pengap  karena dikamar ini tidak ada jendela maupun Ventilasi  udara, mungkin ada tujuan tertentu kenapa kamar ini dibuat tanpa jendela dan Ventilasi. Tapi  untunglah ada AC yang mendinginkan ruangan ini sehingga kepengapan dikamar ini jadi berkurang.

Aku mengotak-ngatik Handphoneku dan berselancar didunia maya  untuk mencari tau perkembangan terbaru soal pesawat Luar Angkasa yang kini meresahkan Masyarakat Dunia.

“ Para Peneliti akhirnya bisa mendapat  informasi lebih Akurat  mengenai Pesawat Luar Angkasa yang sedang menuju Bumi. Diperkirakan pesawat itu akan mendarat Di sekitaran wilayah Los Angeles, Amerika. Pemerintah Amerika Sendiri sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dengan menyiapkan Tim baru. Dijadwalkan besok Masyarakat setempat sudah akan diungsikan ketempat khusus yang telah dipersiapkan oleh pemerintah.”

Aku membaca berita itu dengan suara yang agak kencang Agar Stephanie bisa ikut mendengarkan berita itu.Raut Kecemasan mulai tampak di wajahnya yang cantik, tadinya dia terlihat sangat tenang namun mendengar berita ini dia berubah jadi cemas. Mungkin karena orang tuanya tinggal Di Los Angeles. Aku berusaha menghiburnya dengan mengatakan Keluarganya akan baik-baik saja karena Masyarakat disana besok akan segera diungsikan. Dan sepertinya dia kembali tenang dan mengajakku untuk segera tidur karena besok kami harus bangun pagi.

 

***

Selesai sarapan Tim kami berjalan bersama menuju ruang kerja, kami berjalan melewati lorong berdinding besi tempat aku tersesat kemarin. Kejadian kemarin itu kembali menyusup dipikiranku, membuatku terkenang pada Prajurit tampan nan Baik hati itu. Aku tersenyum mengingatnya, Bisakah aku bertemu dengannya lagi?

Tiba-tiba sebuah pintu bertuliskan WARNING : DILARANG MASUK terbuka, dan Seorang Pria berpakaian Tentara keluar dari ruangan itu. Secepat itukah Tuhan mengabulkan Do’a ku? Ya, dia Prajurit yang waktu itu. Aku tersenyum melihatnya dan sama seperti kemarin, dia terlihat Tampan dan Gagah.

“Mrs. Denia, Untunglah aku bertemu Anda disini.tadinya aku memang ingin mencari anda.”

“Ada Apa Komandan Cho?” Tanya Mrs. Denia Pada Prajurit tampan itu.

“Kemarin kepalaku terbentur dan bagian kepala belakangku terasa Aneh.” Keluhnya pada Mrs. Denia.  Mrs.Denia melangkah Membelakangi Pria itu dan memeriksa sebentar bagian kepala belakangnya.

“Nona Watson, Sepertinya Komandan Cho mengalami sedikit kerusakan. Bisakah kau membantu memperbaikinya?” Tanya Mrs. Denia Padaku. Memperbaikinya? Memperbaikinya? Dia Robot?

“Nona Watson?” Ulang Wanita itu padaku.

“Ya..Ya… aku bisa.” Jawab dengan nada ragu, aku masih belum yakin bahwa Pria didepanku ini adalah Seorang Robot.

“Baguslah, Biar Komandan Cho yang Menunjukkan Ruangan perbaikannya, Kami akan mulai bekerja . Setelah kau selesai kau bisa menyusul kami. Jika sudah selesai datang saja keruangan kemarin, Nanti Ada Mrs. Emily yang akan mengantarkanmu ketempat kami. Kau mengertikan?” Tanyanya Lagi.  Dan aku mengangguk Cepat. Mrs. Denia tersenyum dan berlalu pergi diikuti Anggota Tim yang lain. Kini Tinggal aku dan Siapa tadi? Komandan Cho? Ya… tinggal aku dan Komandan Cho.

“Bisa kita mulai sekarang?” tanyanya padaku. Aku mengangguk pelan. Komandan Cho Berjalan lurus kedepan, mungkin menuju Ruangan Perbaikan yang tadi Dimaksud Mrs. Denia dan aku mengikutinya dari belakang. Sepanjang langkahku, sepanjang itu pula aku terus mengamati Robot Humanoid itu. Cara berjalan Komandan Cho tidak ada bedanya dengan Manusia, dia berjalan layaknya seorang Prajurit perang. Langkahnya begitu gagah,  punggungnya begitu tegap. Wajahnya juga sangat tampan. Dia benar-benar Robot yang pantas Dianugrahi kata “Kesempurnaan”.

Siapakah orang yang bisa menciptakan Robot Sesempurna Komandan Cho? Pasti dia orang yang benar-benar hebat.

Aku memasuki ruangan perbaikan yang tadi dikatakan Mrs. Denia. Tanpa Aba-aba dariku Komandan Cho segera naik keatas kasur dengan posisi tengkurap karena memang kepala bagian belakangnyalah yang perlu diperbaiki.

Awalnya aku sangat canggung dengan suasana disini, mungkin karena ini pertama kalinya aku berada diruangan ini dan belum tau seluk-beluk dari ruangan ini, namun seiring berjalannya waktu rasa canggungku perlahan berkurang karena sedikit demi sedikit aku sudah bisa menghapal seisi ruangan ini. Sejam lebih aku baru bisa memperbaiki Komandan Cho dan Akhirnya aku yakin bahwa dia benar-benar sebuah robot setelah aku membuka kepalanya. Setelah selesai Dia duduk diatas kasur dan mengucapkan terima kasih padaku. Aku senang sekali dia mengatakan bahwa Kepalanya sudah terasa lebih baik.

“Kau harus kembali ke tim mu kan?” Tanyanya.

“Ya, Tapi aku harus membereskan dan meletakkan kembali Peralatan ini ketempatnya dulu baru aku bisa kembali.” Kataku menyusun alat yang tadi kugunakan untuk memperbaiki Komandan Cho.

“Baiklah, aku akan menunggumu sampai selesai, kita kembali bersama.” Ucapnya. Sekali lagi aku terpana dengan robot tampan ini. Dia seorang robot kan? Tapi kenapa dia punya rasa kepedulian yang tinggi? Dia juga tau berterima kasih. Dia terlihat tambah sempurna dimataku.

“Komandan Cho, Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Ya, apa itu?” tanyanya dengan wajah datar. Ya, sebenarnya Komandan Cho bukan Robot yang sangat sempurna seperti yang aku Koar-koarkan, dia juga mempunyai kekurangan, sama seperti robot yang lain, dia tidak memiliki Ekspresi. Apapun perkataannya dia selalu berkata dengan Ekspresi Datar. Senang ataupun sedih wajahnya selalu terlihat sama. Padahal aku ingin sekali melihatnya tersenyum, karena kuyakin jika dia tersenyum dia akan bertambah Tampan.

“Apa kau tau siapa yang menciptakanmu?”

“Tentu Saja.”

“Siapa?” Tanyaku dengan Nada penasaran. Komandan Cho menatapku lama. Aku jadi deg-degan dibuatnya. Aku ini memang Gadis gila. Aku Deg-Degan Ditatap oleh Sebuah Robot? Oh Tuhan, ini mungkin akibat dari Penyakit akut yang kualami beberapa tahun ini yaitu Jomblo Berkepanjangan -_-“

“Kenapa kau ingin tau?”

“Ya.. Aku hanya ingin tau saja, Karena Kau terlihat berbeda dari robot yang lain. Robot yang lain sama seperti Kami. Bermata Biru, Berkulit Putih dan Berambut Pirang. Sedangkan kau?”

“ Memangnya Aku kenapa? Apa tidak boleh ada robot yang sepertiku?” tanyanya. Aku tidak tau sekarang ini dia sedang marah atau tidak karena Ekspresi Dan Nada Suaranya sama saja. DATAR

“ Sudahlah, tidak usah dibahas. Kembali kepertanyaanku tadi. Siapa yang Menciptakanmu?”

“Dia… Mrs. Denia…. Dia yang menciptakanku. Bukan hanya aku, tapi juga banyak robot yang diciptakannya.”

“Apa kau tidak pernah bertanya kenapa hanya kau yang Berbeda?”

“Ya, aku pernah menanyakannya. Namun dia tidak pernah menjawab pertanyaanku dengan serius. Dia hanya tersenyum dan mengatakan “Kau Istimewa… Kau berbeda karena kau Istimewa… Aku Percaya padamu, Kau Adalah pemimpin mereka karena itulah kau kubuat Berbeda. Kau Komandan Cho. Cho Kyuhyun itulah Namamu. Wajah yang Berbeda, Nama yang Berbeda untuk Orang yang Istimewa”

Aku merasakan nada yang berbeda dari ucapan Komandan Cho. Baru kali ini aku bisa merasakan Ucapannya tidak lagi DATAR.. Apakah mungkin dia Mencintai Penciptanya itu?

“Mrs. Denia tidak pernah sekalipun Mengatakan aku ini Robot dihadapanku. Dia menganggap aku ini sama sepertinya dan dia selalu mengatakan aku ini Istimewa. Dan aku juga merasa diistimewakan olehnya karena aku tidak diciptakan sebagai Prajurit biasa namun aku diciptakan sebagai Pemimpin dari robot-robot yang lain. Dimataku dia juga adalah wanita yang Istimewa.”

Ya, aku tidak salah….

Komandan Cho bicara dengan Nada yang berbeda saat dia membicarakan Mrs. Denia….

Bisakah Robot memiliki perasaan seperti itu? Tidak… Tidak Mungkin? Dia itu hanya Sebuah Robot. Sesempurna apapun sebuah Robot diciptakan tetap saja dia tidak akan pernah punya perasaan. Tapi kenapa aku begitu peduli? Jangan-Jangan Aku Cemburu…? Jangan-Jangan menyukai Komandan Cho…? Tidak.. Tidak Boleh…. Jennie, Sadarlah.. Dia itu hanya sebuah Robot. Dia Robot yang diciptakan untuk berperang dan melindungi bumi . Kau tidak boleh Menyukainya. Kau Tidak Boleh mencintainya. Dia Hanya Robot.. Hanya Robot…

 

To Be Continued……………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s