[Kyuhyun Fanfiction] Love Family Part. 1

Gallery
 
Image

Judul   : Love Family™ ›› Part. I ‹‹

Genre  :Family, Sad

Cast :

♥ Cho Kyuhyun As KyuHyun ( SooHyun’s Father)

♥ Suzy Bae As Lee Ahra

♥ Greyson Chance As SooHyun

♥ And Other Cast………….

Note :

Gak Suka, Gak Usah Baca….

No Bashing …..Hope You Like….Cekidot…!!!!

 

 

……………………………………………..♥♥♥……………………………………………….

Ahra’s POV

“Anak itu belum pergi juga?” tanya Donghae Oppa menghampiriku ke meja kasir

“Sepertinya belum. Dia masih duduk diluar sana. Padahal diluar dingin sekali, kusuruh masuk kedalam dia tidak mau, kusuruh dia pulang juga dia tidak mau. Tadi siang waktu aku beri makan siang dia juga tidak mau, dia terus-terusan memanggilku Eomma dan mengajakku pulang!” keluhku pada Donghae Oppa. Aku dan dia bekerja di sebuah mini market di pinggiran kota seoul. Aku bekerja di bagian kasir dan Donghae oppa di bagian gudang bersama Eunhyuk Oppa. Kami bertiga sudah akrab sejak pertama kali aku diterima bekerja disini, mungkin karena karena kami punya kesamaan yaitu mempunyai marga yang sama yaitu Lee…. Tapi hari ini Eunhyuk tidak masuk kerja karena sakit.

Aku bekerja sambilan di mini market ini baru 2 bulan. Aku bekerja disini untuk membiayai kebutuhanku sehari-hari, kalau untuk biaya kuliah, warisan yang ditinggalkan orangtuaku cukup membiayaiku hingga lulus. Kedua orangtuaku meninggal dalam kecelakaan pesawat 6 bulan yang lalu ketika mereka hendak pergi kejepang. Karena itulah aku harus bekerja sambilan sepulang kuliah unuk membiayai kebutuhan hidupku sehari-hari.

“Apa orangtuanya tidak khawatir? Dia sudah dari tadi siang disini kan?” Tanya Donghae Oppa lagi

Aku hanya mengangkat bahu dan kembali menatap anak laki-laki itu. Dinding mini market yang terbuat dari kaca bening mempermudahku memperhatikan gerak-geriknya diluar sana. Sepertinya dia murid Goeseng junior high school. Aku bisa lihat dari seragam yang dikenakannya.

“Eomma? Eomma sudah pulang dari jepang? Kenapa Eomma disini? Soo kangen banget sama Eomma! Ayo kita pulang kerumah Eomma!”

Kembali teringat olehku kata-katanya tadi siang. Anak laki-laki yang bernama Soo itu datang bersama 3 temannya untuk membeli minuman dingin dimini market di tempat ku bekerja ini. Namun ketika melihatku dimeja kasir dia memanggilku Eomma dan langsung mengajakku pulang. Aneh sekali anak itu. Kenapa dia memanggiku Eomma. Aku kan bukan Eommanya. Menikah saja aku belum, sudah punya anak sebesar dia.

Aku kebelakang dulu ya Ra!”

“Ne Oppa!” jawabku dan Donghae Oppa ngeluyur kebelakang.

Aku menghela nafas pelan. Kulirik jam yang menempel didinding. Jarum jam menunjukkan pukul 7 tepat. Anak itu pasti kedinginan dan dia pasti lapar. Tadi siang waktu kutawari bekal makan siangku dia menolak karena katanya dia sudah makan siang di kantin sekolahnya. Tapi sudah jam 7, pasti dia sudah lapar lagi kan?

Aku merasa kasihan padanya dan aku memutuskan untuk menghampirinya. Aku melangkah keluar mini market dan ikut duduk disampingnya.

“Eomma mau mengajak Soo pulang? Ayo Eomma! Soo capek nunggu Eomma dari tadi, disini sangat dingin!” Katanya berdiri dari duduknya.

Aisshhh…anak ini, harus berapa kali lagi kukatakan padanya kalau aku ini bukan Eommanya.

“Kau pasti lapar, ayo kita kedalam! Nuna akan seduhkan mie instant untukmu.”

“Kita pulang saja Eomma! Kita makan bersama Appa dirumah!”

“Sudah kubilang, aku ini bukan Eommamu! Ya,sudah kalau kau tidak mau. Pulang sana dan jangan datang lagi kesini!” usirku. Sebenarnya aku tidak tega tapi lama-lama aku jadi kesal padanya. Terus-terusan memanggilku Eomma dan mengajakku pulang.

“ Jangan usir Soo Eomma. Soo sayang Eomma. Soo mau sama Eomma!” katanya memelukku.

Aigo..anak ini…..apa yang harus kulakukan padanya.

“Baiklah, aku tidak akan mengusirmu. Sekarang ayo kita kedalam, diluar sangat digin. Nanti kau bisa masuk angin!” kataku menarik paksa tangannya masuk kedalam mini market dan akhirnya dia menurut.

Ku ambil satu kursi dibelakang dan kuletakkan kursi itu didekat meja kasir disamping kursiku. Kusuruh dia duduk disitu. Kuseduh 2 gelas mie instant, yang satu kuberikan padanya dan yang satunya untukku.

“Apa Orangtuamu tidak mencemaskanmu?” tanyaku menatapnya yang tengah makan. Dia adalah anak laki-laki yang tampan menurutku. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung dan tubuhnya juga tinggi. Namun badannya sedikit kurus.

“Mana mungkin Appa Khawatir! Eomma kan bersamaku!” jawabnya berhenti makan dan tersenyum kearahku.

“Hei..Hidungmu berdarah! Kau sakit?” kataku meraba hidung bawahnya yang mengeluarkan darah. Apa ini gara-gara dia kelamaan menunggu diluar. Aku segera mengambil Tissue dan mengelap darah dari hidungnya itu namun darahnya tidak mau berhenti mengalir. Kuambil sehelai tissue lagi dan kubentuk menjadi gulungan kecil dan menyumbat lubang hidungnya, agar darahnya berhenti.

“Apa kau sakit? Kita ke klinik ya!” tanyaku cemas. Dia tersenyum sambil menggeleng.

“Ini udah biasa Eomma. Eomma gak usah cemas begitu!” katanya tersenyum padaku. Anak ini memang benar-benar aneh, aku sudah cemas setengah mati, bisa-bisanya dia tersenyum tenang seperti ini. Kulihat dia merogoh saku jaket seragamnya dan mengeluarkan sebuah ponsel.

“Yeobboseo Appa!” kudengar dia menjawab telpon dari seseorang dan kuyakin itu adalah ayahnya. Syukurlah orangtuanya akan memabawanya pulang!”

“Soo, sedang bersama Eomma Appa!”

“…….”

“Ne, Soo tidak bohong!”

“……”

“Di mini market samping pengisian bensin!”

“…….”

“Ne, Soo tunggu ya Appa!” katanya mengakhiri percakapannya.

“Itu dari appamu?”

“Ne, Eomma. Katanya Appa mau menjemput kita!”

Menjemput Kita? Elo aja kali!

 

“Oooo…Baguslah kalau begitu!” kataku tersenyum senang. “Nuna mau kebelakang sebentar mengambil minum, Kau tunggu disini ya! Jangan kemana-mana, nanti kalau Appamu menjemput dan kau tidak ada bisa susah kan!” perintahku.

“Ne, Eomma!” katanya mengangguk mengerti.

 

……………………………………………..♥♥♥……………………………………………….

Aku selesai dari kamar mandi dan berniat untuk kembali kemeja kasir, namun langkahku terhenti begitu Seorang namja memasuki mini market. Aku menatap namja itu tanpa berkedip. Berlebihan memang. Tapi namja itu memang sangat tampan. Aku merasa beruntung bisa bekerja sebagai kasir di mini market ini sehingga bisa melihat pelanggan setampan dia. Kalau aku bekerja ditempat lain, mungkin aku tidak akan bertemu dengannya kan? Norak sekali aku ini -_-“

“Appa!” kata anak laki-laki yang tadi bersamaku berlari kearah namja itu.

“Soo, kenapa tidak langsung pulang nak? Appa khawatir sekali saat pulang kerja tadi kau tidak ada dirumah! Hidungmu kenapa Soo?” kata namja itu berlutut agar bisa sejajar dengan anaknya.

“Biasa Appa!” jawab Soo sambil meraba hidungnya. “Eomma tidak mau pulang Appa, jadi Soo menunggunya.”

“Eomma?” kata namja itu bingung. Jangan-jangan yang dimaksud anak itu adalah aku. Aku segera melangkah mendekati mereka.

“Appa, itu Eomma!” kata Soo menunjukku yang berjalan mendekati mereka,

“Soora? Kau!” katanya berdiri. Dan berkata dengan nada terkejut. Aku pun tidak kalah terkejut karena dia memanggilku Soora, namaku kan Ahra.

“Aku bukan Soora! Aku Ahra!” Jelasku pada namja tampan dihadapanku itu.

“Ahra…! Gumamnya pelan dan dia diam sejenak. Ah..Mianhae!” katanya menundukkan kepalanya.”Soo, ayo kita pulang!” katanya mengajak anak laki-lakinya.

Ternyata Anak laki-laki itu adalah anak namja tampan ini. Rupanya Dia sudah punya anak dan pastinya dia sudah punya istri. Beruntung sekali yeoja yang mendapatkannya.

“ Tidak mau! Soo mau pulang sama Eomma!” katanya berlari kedekatku dan memeluk lenganku.

“Mian tuan…dari tadi aku sudah katakan kalau aku bukan Eommanya dan aku juga sudah menyuruhnya pulang tapi dia tidak mau! Dia terus saja bilang ingin pulang bersamaku” jelasku.

Wajah namja itu berubah sedih menatap anak laki-lakinya. Apa ada yang salah dengan kata-kataku?

“Soo, dia bukan Eommamu? Kita pulang ya nak!” katanya membujuk anaknya.

“Soo mau pulang sama Eomma!” katanya memeluk lenganku. “Eomma kita pulang ya!” katanya mendongak menatapku. Bagaimana ini?

“Soo, kita pulang diluan ya! Nanti Eomma menyusul.” Kata namja itu lagi menarik tangan anaknya.

“Soo mau pulang sama Eoma!”

“Soo!” bentak namja itu. Kulihat anak itu gemetaran ketakutan. “Dengarkan Appa Soo! Kau mau Appa marah?”. Kulihat Soo menangis terisak disampingku. Aku berlutut dan menghampus air matanya. “Jangan menangis. Kau itu laki-laki.” Kataku menghapus airmatanya. Namja itu melangkah kearah kami Didekatinya anak laki-lakinya itu dia berlutut ikut berlutut disampingku.

“Maafkan Appa Soo, Jangan menangis! Appa tidak akan memarahimu lagi. Kita pulang ya! ” bujuknya lembut.

“Bisakah kau pulang bersama kami? Tanpamu soo tidak mau pulang! Jebal!” mohon namja itu padaku.

Aku terkejut mendengar kata-katanya.dia mengajakku pulang bersama mereka? Bagaimana jika istrinya tiba-tiba kembali. Aku bisa diiris tipis-tipis dengan pedang samurai.

“Kita pulang sama-sama ya Eomma!” kata Soo ikut memohon padaku dengan sedikit terisak karena tangisannya tadi. Tentu saja aku menolak.

“Shireo, aku tidak bisa!” tolakku.

“Eomma” rengek Soo padaku.

Aku hanya diam melihat Soo yang membujukku. Namja itu juga terus membujukku untuk pulang bersama mereka.

“Waeyo Ra?” tanya donghae Oppa memegang pundakku dari belakang. Aku sedikit kaget dibuatnya.

“Tidak ada apa-apa kok Oppa!” jawabku berbohong.

“Eomma, ayo kita pulang.” Celetuk Soo lagi.

“Apa anak ini mengajakmu pulang lagi?” tanya Donghae Oppa padaku. Aku mengangguk mengiyakan. Aku memandang Donghae Oppa lama.Berharap dia membantu memberiku saran.Dan seakan mengerti maksudku, Donghae Oppa member saran untuk ikut pulang bersama mereka.

“Pulanglah bersama mereka dulu Ra, kasian anak ini terus-terusan disini!” Bujuk Donghae Oppa.

“Tapi Oppa……”

“Ahra, Kalau kau tidak mau pulang bersama mereka, anak ini juga tidak akan mau pulang. Dia pasti sangat lelah karena sejak tadi siang menunggumu. Pulanglah dulu bersama mereka.” Kata Donghae Oppa kembali membujukku. Aku diam sejenak untuk berfikir dan pada akhirnya aku terpaksa mengangguk.

 

……………………………………………..♥♥♥……………………………………………….

Mobil yang kunaiki berhenti disebuah halaman rumah yang cukup besar. Rumah itu dikelilingi pagar, namun aku tidak bisa melihat jelas sekitarku karena keadaan diluar sini remang-remang, karena hanya ada lampu taman yang memberi penerangan.

Aku mengikuti Soo dan Appanya masuk kedalam rumah. Keadaan didalam lebih terang sehingga aku bisa leluasa melihat seisi rumah.

Namja itu mempersilahkanku untuk duduk dan memanggil seorang Ahjumma untuk membuatkan minuman untukku. Soo tadinya ikut duduk disampingku namun Appanya menyuruhnya mengganti baju dan dia pamit kekamar. Aku duduk sambil menatap seisi rumah, dan mataku terhenti pada sebuah foto keluarga. Disana ada gambar Soo, Appanya dan seorang Yeoja. Aku bangun dari dudukku dan mendekati foto itu agar aku yakin kalau aku tidak salah lihat. Ternyata aku tidak salah. Yeoja didalam foto itu memang sangat mirip denganku, namun usianya terlihat lebih tua dibandingkanku, namun biarpun begitu wajah kami tetaplah sangat mirip. Apa dia Eonni ku? Tentu saja bukan, aku kan anak tunggal.

“Dia istriku! Cho Soora! Dia ibu SooHyun!” Terang Appa Soo karena melihatku yang kebingungan menatap Foto itu.

“Dia mirip sekali denganku!” kataku polos. Namja itu tersenyum dan berjalan mendekatiku .

” Ne…dia mirip sekali denganmu. Karena itulah Soo mengira kau adalah Eommanya.”

“Terus, dimana dia?” tanyaku. Wajah namja itu berubah muram karena mendengar pertanyaanku. Apa ada yang salah lagi dengan kata-kataku?

“Soora meninggal dalam kecelakaan pesawat menuju jepang 6 bulan yang lalu.”

“Kecelakaan pesawat menuju jepang 6 bulan yang lalu?” batinku. Kalau begitu Orangtuaku dan istri namja ini meninggal pada saat yang sama?

“Oh iya aku belum memperkenalkan diri, Cho KyuHyun imnida!” katanya mengulurkan tangan.

“Ne, Lee Ahra Imnida!” kataku menjabat tangannya.”Apa nama SooHyun itu gabungan nama anda dan istri anda Kyuhyun-ssi?”

“Ne, Benar sekali! Nama itu pemberian dari Soora!” katanya tersenyum sendu seperti mengenang sesuatu. “Hmm…apa kau sudah memberi tau orangtuamu kalau kau disini?”

“Kedua orangtuaku sudah meninggal, karena itu aku bekerja sambilan untuk memenuhi kebutuhan hidupku sehari-hari.” Jelasku. Dia mengangguk paham dan diam sejenak.

“Kalau begitu bagaimana kalau kau bekerja padaku saja? Kau tidak perlu bekerja dimini market lagi. Kau hanya perlu menjaga Soo saja, kau bisa tinggal disini bersama kami dan tentu saja aku akan menggajimu. Bagaimana?” kata namja itu memberi penawaran padaku.

“kau juga tidak perlu khawatir soal pekerjaan rumah. Disini ada Pembantu yang akan mengurus segalanya. Kau hanya perlu mengurus Soo saja.”

Aku diam berfikir. Bukankah ini penawaran yang bagus? Aku hanya perlu menjaga anak itu saja kan? Itu pasti tidak sulit. Aku tersenyum dan mengangguk mantap.

“Ne, baiklah!”

……………………………………………..♥♥♥……………………………………………….

 

To Be Continued

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s