Aside

Image

 

Tittle                      : Love Rain

Main Cast             :  – Cho Kyuhyun

                             – Shin Ha Rin

                             – Other Cast

Length                  : Oneshoot

 

Follow Akun baru @KyuhyunFF ya Chingudeul..^^  Mention For Follback… *Promosi Terselubung😄 *

 

***

 

 

Wednesday, July 4th  2012

“Lagi-Lagi Turun Hujan” Keluhku. Aku memasukkan kembali Skuter Matic Pink Ku kedalam Garasi. Dengan Malas kukembangkan Payung dan melangkah Pelan Menuju Halte  Bis. Hal yang paling Menyebalkan bagiku  adalah Hujan Turun Dipagi Hari, membuatku terpaksa berangkat kesekolah harus naik Angkutan Umum.  Sebenarnya bisa saja berangkat ke sekolah tetap memakai Matic ku Karena ada mantel Hujan yang akan melindungiku dari tetesan air. Tapi aku benci berkendara disaat hujan. Aku sangat Benci.

Pagi ini Halte terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang yang duduk disana, entah mereka sedang menunggu bis atau hanya sekedar menumpang duduk. Aku melipat payungku dan memasukkannya kedalam kantong kecil yang memang khusus untuk payung, aku melangkah menuju sebuah bangku kosong dan duduk menunggu Bis.

Aku merasakan sepasang mata sedang memperhatikanku sejak tadi. Aku bisa melihanya dari ekor mataku  orang itu sedang menatap kearahku. Aku memalingkan wajahku kekiri , ternyata benar, dia memang sedang menatapku namun tanpa ekspresi. Aku jadi salah tingkah dibuatnya. Bukan hanya karena tatapannya, tapi juga karena dia sangat tampan. Haha

Aku kembali memalingkan wajahku menatap lurus kedepan. Dan berpura-pura tidak peduli dengan keberadaannya  yang masih tetap menatap kearahku. Sampai akhirnya Bis yang kutunggu datang, aku buru-buru berdiri dan masuk kedalam bis tanpa menoleh kearah namja itu lagi.

 

Thursday, July  5th 2012

“Aissshhh… Apa Langit Tidak lelah menangis? Kenapa tiap hari hujan turun.” Rutukku. Aku kembali mengulang aktivitasku semalam. Mulai dari  memasukkan Matic ke Garasi, Berjalan menerobos hujan  dengan pelindung sebuah payung dan duduk menunggu Bis di Halte. Hari ini tak ada bedanya dengan hari kemarin, malah hari ini terkesan disusun sama persis seperti hari kemarin. Dan juga tak ketinggalan, Namja yang kemarin memperhatikanku juga ada lagi disitu. Tetap duduk di kursi Halte Bis tepat diposisinya kemarin.  Dan hari ini masih tetap sama, memperhatikanku tanpa ekspresi. Aku dan dia duduk berdekatan, hanya ada 3 buah kursi kosong yang memberi jarak diantara kami, sedangkan tepat disebelahku hanya ada seorang ibu-ibu bersama anak lelakinya, sepertinya ibu itu ingin mengantar anaknya kesekolah. Dan ada seorang namja berkemeja rapi yang berdiri agak jauh dengan posisi membelakangiku dan ibu tadi. Sepertinya namja itu tampak terburu-buru, karena kuperhatikan dia berkali-kali melihat Arloji yang terlingkar dipergelangan tangan kirinya.

“Ada apa?” kataku memberanikan diri untuk bertanya pada namja yang sejak tadi terus menatapku. Namja  berkemeja rapi didepanku  tadi menoleh kearahku, memutar tubuhnya dan menghadap kearahku

“Ne?” Katanya dengan raut wajah penuh Tanya.

“Aaa… Aniya.. Mianhae. Aku bukan bicara pada anda.” Jawabku sopan. Dia sedikit mengangguk dan  kembali keposisinya semula.

“Kenapa Kau menatapku terus?” tanyaku lagi.  Namun bukannya menjawab dia malah tersenyum. Dia menjawab pertanyaanku hanya dengan  tersenyum?  Benar-benar menyebalkan.

“Kau bicara pada siapa?”Tanya ibu disampingku tadi.

“Aku bicara pada Namja itu.” Tunjukku pada Namja yang masih memperhatikanku.

“Namja?” tanyanya dengan nada bingung.

“Eomma… Itu bisnya datang.” Teriak anak laki-laki wanita itu sambil menarik lengan ibunya. Aku tau ibu itu ingin mengatakan sesuatu, tapi anaknya terus mendesaknya untuk segera naik bis. akhirnya ibu itu pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Tak lama setelah ibu itu pergi , Bis yang akan kutumpangi datang. Buru-buru aku naik dan memilih duduk dekat jendela. Dari sini aku bisa melihatnya sebentar, kami saling tatap dan untuk kedua kalinya dia tersenyum padaku, dan tanpa sadar aku membalas senyumnya. Bis perlahan berjalan tapi aku tetap memperhatikannya sampai akhirnya Dia menghilang dari tatapanku.

 

Friday, July 6th 2012

Hari ini begitu cerah .Tak ada lagi tetesan hujan seperti hari kemarin. Bahkan langit pagi hanya berhias bayangan-bayangan awan putih dan matahari bersinar cerah, tak mau lagi bersembunyi dibalik awan mendung seperti  kemarin.   Aku mengeluarkan Skuter matic Pink kesayanganku dari Garasi. Hari ini Hujan tidak turun, tapi kenapa hatiku malah benci hal itu. Entah sejak kapan hujan tak lagi menyebalkan dan entah sejak kapan aku jadi suka hujan. Karena jika hujan turun aku akan berjalan kaki ke halte bis, duduk menunggu bis. Dan Menikmati pandangan seorang namja yang tak kukenal itu, tapi entah mengapa aku merasa wajahnya tidak asing bagiku.

 

Saturday, July 7th 2012

Seperti hari kemarin, Pagi ini juga tidak hujan. Hujan turun lumayan lebat tadi malam,  mungkin karena itulah Pagi ini tidak hujan.  Kuputar kontak Motorku dan melaju lambat menembus genangan air sisa hujan tadi malam. Tadinya aku mau lewat dijalan yang biasa aku lewati, karena jalan itu lumayan mempersingkat waktu perjalanan kesekolah. Tapi kubatalkan niatku dan memilih jalan memutar agar aku bisa lewat didepan Halte Bis. Entah kenapa Rasanya aku ingin melihat Namja itu lagi. Namun keinginanku tak bisa terkabul. Dia tak ada disana. Dengan penuh kekecewaan aku segera menggas motorku dan pergi dari tempat itu.

 

Sunday, July 8th  2012

Aku melangkah keluar rumah menuju Halte Bis yang biasa kudatangi ketika hujan turun. Walaupun hari ini tidak hujan dan ini adalah hari libur entah kenapa aku ingin mengunjungi tempat itu. Mungkin hanya Sekedar menumpang duduk menikmati dinginnya pagi atau mungkin ada maksud lain dihatiku. Dari kejauhan bisa kulihat Halte itu sangat sepi, mungkin karena hari ini hari Minggu. Semakin dekat aku semakin bisa melihat seseorang yang sedang duduk sendirian dibangku Halte itu. Sepertinya dia sedang melamun, dia bahkan tak sadar kehadiranku disampingnya.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” sapaku seperti sudah lama mengenal namja ini.

Dia sedikit tersentak, raut wajahnya menunjukan kekagetan namun sedetik kemudian raut wajahnya kembali seperti biasa. Namja itu tersenyum manis, semanis senyumnya saat terakhir kali aku melihatnya.

“ Akhirnya kau ingat padaku!” katanya memulai kalimat pertamanya. Suaranya serak namun terdengar indah.

“Ingat? Apa kita saling kenal?” tanyaku balik bertanya.

“Jadi kau belum ingat? Aisssh.. kukira kau sudah ingat, ingatanmu benar-benar buruk.”

“Hei, kenapa kau malah menghinaku? Memangnya kau siapa sampai aku wajib mengingatmu.” Kataku dengan nada kesal. Dia diam sejenak dan hanya menatap tajam kearahku dan tak lama kemudian dia kembali tersenyum.

“Rin Rin … apa kau akan ingat jika aku memanggilmu begitu? Rin Rin Si Nona Pembenci Hujan?” kata namja itu. Ingatanku seakan melayang menuju kejadian beberapa tahun lalu. saat aku masih berada di tingkat 1 junior High School.

“Kyuhyun ahhhh?” tebakku sekenanya. Hanya satu orang didunia ini yang memanggilku Rin Rin, orang lain biasanya memanggilku Ha Rin karena namaku adalah Shin Ha Rin. Hanya orang yang bernama Cho Kyuhyun yang memanggilku begitu.  Dia tersenyum -lagi-  dan mengangguk  “Akhirnya, kau ingat.” katanya pura-pura cuek sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya. Aku membekap mulutku dengan kedua tangan seakan tak percaya.  tanpa memperdulikan sikapnya itu, segera kupeluk namja disebelah ku ini.

 “Jeongmal Bogoshipo” kataku sambil melepas pelukanku.

“Nado” jawabnya singkat.

“kapan kau kembali kesini? Kenapa kemarin kau tidak menyapaku huh? Dan kenapa kau tidak datang kerumahku saja. Kenapa malah menungguku disini, bagaimana jika aku tidak pernah kesini? ” Tanyaku. Kyuhyun dan aku adalah tetangga, dulu rumahku dan kyuhyun bersebelahan. Sampai pada akhirnya ketika kami berdua duduk ditingkat 1 Junior High School kyuhyun harus pindah karena ayahnya dipindah tugaskan dan sejak saat itu aku tak pernah lagi mendengar kabarnya.

Kyuhyun tersenyum “aku kembali kemari sebulan yang lalu,  tapi baru bisa menemuimu sekarang. Sebenarnya aku ingin datang kerumahmu, tapi ada sesuatu yang membuatku tidak bisa kesana.” Jawabnya. Tak henti-hentinya kupandangi wajahnya. Pantas saja jika aku tidak mengenalinya lagi karena Namja ini benar-benar berubah Drastis.

“Bagaimana kabarmu?” tanyanya                                    

“Aku baik.” Jawabku singkat “Bagaimana denganmu?”

“Sejak bertemu denganmu  sepertinya kabarku bertambah baik.”

“Aisshh… kau ini! Kemana kyuhyun yang dulu? Kenapa yang sekarang berubah seperti ini?”

“Tapi kau suka kan?” godanya sambil menyikut lenganku.

“Yakk… kau!” kataku pelan memukul bahunya.dia tertawa riang dan aku akui aku suka itu.

“aku senang diizinkan bertemu denganmu lagi. Aku pikir aku tidak akan bisa bertemu kau lagi.” Katanya berubah serius sambil menatapku dan entah kenapa saat seperti ini membuatku jadi salah tingkah.

“Rin Rin… Dulu ada satu kata yang belum sempat aku katakan padamu, dan aku pikir aku tak akan punya waktu untuk mengatakannya. Tapi ternyata tuhan berkehendak lain. Aku diberi kesempatan sekali lagi untuk bertemu denganmu. Dan aku tak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini. “ Kulihat Kyuhyun menghela nafas sejenak “Rin Rin-ah Jeongmal Saranghae… “

Aku mengedipkan mataku berulang kali. Tuhan Apa ini mimpi? Jika iya, tolong biarkan aku tidur untuk selamanya.

“Maaf jika aku mengatakannya secara mendadak seperti ini. Aku sungguh mencintaimu, aku ingin mengatakannya sejak dari dulu, tapi aku belum punya keberanian. Dan aku sungguh menyesal akan hal itu.  Dan akhirnya aku sadar kesempatanku hanya hari ini.

Aku tersenyum “Gwenchana Kyuhyun ah, Nado Saranghae.” Jawabku sambil tersenyum. Dia menarikku lembut dalam pelukannya. memelukku erat seakan tak ingin melepasnya lagi. Aku membalas pelukannya. “gomawo.” Desisnya. Entahlah, tapi kurasa kyuhyun sedang menangis sekarang. Aku mencoba melepas pelukanku, aku ingin memastikan apakah dia benar menangis. Tapi dia menahanku. “Biarkan begini. Sebentar saja. Aku mohon.”

 

2.18 PM

Aku membuka perlahan mataku. Ternyata aku ketiduran di kursi Halte ini. Kulihat jam yang terlingkar di pergelangan tanganku. “Ternyata sudah siang.” Kataku sambil celingak-celinguk memandang sekeliling.

“Dimana Kyuhyun?” pikirku. Aku mencoba mencarinya disekitar Halte tapi hasilnya Nihil, dia tidak ada disana. “Kemana Namja itu? Seenaknya saja meninggalkanku.” Rutukku. Aku memutuskan untuk pulang, bukankah besok aku bisa bertemu dengan nya lagi. Aku tinggal datang ke halte ini lagi kan?

 

 

Friday, 13th 2012

Sudah 5 hari aku menunggunya disini. Tapi dia tidak pernah muncul lagi di Halte ini. Apa arti ungkapan cintanya kemarin? Ternyata semua namja itu sama, sangat senang membuat Yeoja Kecewa.

 

Saturday, 14th 2012

Sejak pulang sekolah tadi aku hanya duduk malas-malasan di ruang tamu, Dari tadi aku hanya melamun memikirkan Kyuhyun. hatiku menyuruhku pergi kehalte Bis itu lagi tapi pikiranku melarangnya.

Lamunanku buyar oleh bunyi bel. Aku segera berdiri dan membuka pintu. Aku harap yang datang itu Kyuhyun. Berdiri disana dengan seikat bunga dan meminta maaf karena sudah menghilang beberapa hari ini.

“Shin Ha Rin?” kata seorang Ahjumma dengan nada ragu.

“Ne.” jawabku singkat. Sepertinya aku mengenal wanita ini. Tapi aku lupa dia siapa.

“Ahhhh….” Ahjumma itu langsung memelukku sebentar. “ternyata benar ini kau.” Sudah lama aku ingin kemari, tapi belum ada waktu. Oh iya, mungkin kau lupa padaku. Aku Eomma Kyuhyun. Dulu Kami sekeluarga pernah bertetangga dengan kalian. Apa kau sedang sibuk? ”

“Aniya.”

“Baguslah kalau begitu, maukah kau ikut denganku. Kyuhyun ingin bertemu denganmu.”

 

***

“Ahjumma, bukankah kita akan bertemu kyu? Kenapa malah kerumah sakit?”

“Masuklah.” Kata wanita itu membuka pintu sebuah kamar.perlahan aku masuk kekamar yang serba putih itu.  Rasanya kakiku lemah dan sekujur badanku kaku.  Seorang namja terbaring disana dengan berbagai selang yang terhubung keberbagai alat yang  tak kuketahui  namanya. Tapi itu semua terlihat menyeramkan.

“Ahjumma. Dia?”

“Ne, dia kyuhyun.”

Aku mendekat kearah namja yang terbaring itu. Matanya tertutup, tak ada lagi senyum diwajahnya seperti kemarin. Terdengar bunyi Bip berulang-ulang  dari sebuah alat yang layarnya membentuk garis naik turun. Aku tak dapat menahan air mataku, akhirnya Kristal bening itu mengalir dipipiku.

“Ahjumma, Kyuhyun kenapa ?”

“ Sebulan setelah kami kembali kesini  kyu mengalami kecelakaan, siang itu dia berpamitan, katanya dia ingin pergi menemuimu. Tapi ….. “ Eomma kyu menangis terisak. “sejak hari itu sampai sekarang kyu belum sadar.”

“itu artinya setelah kecelakaan kyu terus disini?” tanyaku. Cho Ahjumma Mengangguk pelan. “Jadi yang kutemui selama ini siapa?” batinku.

“ya, dokter bilang Kyuhyun mengalami koma, Sejak tiba disini dia begitu gembira.  Setelah meletakkan barang-barangnya kyu langsung minta izin bertemu denganmu.”

Aku meraih tangannya dan mengenggamnya erat. Tangannya terasa dingin namun begitu nyaman. Kutatap lama wajahnya, ada beberapa bekas luka diwajahnya namun dia tetap tampan seperti saat aku bertemu dengannya pertama kali di Halte Bis itu.

“Hei, ayo bangun. Kenapa malah tidur disini. Kenapa kemarin kau meninggalkan ku di Halte. Aissh… aku mencarimu kemana-mana ternyata kau malah tidur disini. Ayo bangun, kau harus bangun. “ aku menghela nafas sebentar, mencoba untuk bicara dengan nada senormal mungkin.

“Kita baru bertemu kemarin, kita bahkan belum sempat jalan-jalan. Didekat sini ada sebuah sungai, tempatnya sangat indah. Kau harus bangun, aku akan mengajakmu kesana. Kau masih suka memancingkan?”

Aku mendengar bunyi Biiiip panjang. Dan garis naik turun yang kulihat di layar monitor tadi berubah menjadi lurus. Cho Ahjumma pergi keluar ruangan sambil berteriak histeris memanggil Dokter. Aku masih diam terpaku ditempatku, masih dengan menggenggam tangannya. Tangannya lebih dingin dari saat aku menggenggamnya tadi. Kini kurasakan tangannya berubah beku.

 

Aku menutup buku diaryku. Tak terasa aku sudah sampai pada halaman akhir. Aku menangis bersama langit yang ikut juga menangis. Secarik kertas terbang dan mendarat tepat diatas pangkuan ku. Aku tak tau dari mana kertas itu berasal. Kuraih kertas putih itu dan mencoba membaca satu persatu kalimat yang tertulis disana. Berulang kali aku membaca tulisan itu untuk memastikan aku tidak salah membacanya.

“Kau Salah Kyu, Sekarang aku suka pada Hujan. Kau tau kenapa? Karena jika hari tidak hujan. Mungkin aku tidak akan pernah Bertemu Denganmu.”

Aku memandang sebuah kursi kosong yang biasanya diduduki seorang namja. Tapi entah sejak kapan kursi itu kosong. Aku bangkit dari kursi tempatku duduk dan mengembangkan payung dan berjalan pulang menerobos derasnya hujan. Tapi besok aku akan kembali lagi kehalte itu, besok, besok, dan besoknya lagi. 

Jika aku dilahirkan kembali kedunia. Aku tak ingin jadi hujan. Kenapa? Karena orang yang kucintai sangat membenci Hujan. Karena itulah aku tak ingin jadi Hujan, karena aku tidak mau dia membenciku dikehidupan yang akan datang.

 

 

The End

[Kyuhyun Fanfiction] Love Rain -Oneshoot-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s