[FF/ONESHOOT] Love Rain

Standard

 

Tittle                      : Love Rain

Main Cast                :  – Cho Kyuhyun

                                – Shin Ha Rin

                                – Other Cast

Length                  : Oneshoot

 

Follow Akun baru @KyuhyunFF ya Chingudeul..^^  Mention For Follback… *Promosi Terselubung😄 *

 

***

Wednesday, July 4th  2012

“Lagi-Lagi Turun Hujan” Keluhku. Aku memasukkan kembali Skuter Matic Pink Ku kedalam Garasi. Dengan Malas kukembangkan Payung dan melangkah Pelan Menuju Halte  Bis. Hal yang paling Menyebalkan bagiku  adalah Hujan Turun Dipagi Hari, membuatku terpaksa berangkat kesekolah harus naik Angkutan Umum.  Sebenarnya bisa saja berangkat ke sekolah tetap memakai Matic ku Karena ada mantel Hujan yang akan melindungiku dari tetesan air. Tapi aku benci berkendara disaat hujan. Aku sangat Benci.

Pagi ini Halte terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang yang duduk disana, entah mereka sedang menunggu bis atau hanya sekedar menumpang duduk. Aku melipat payungku dan memasukkannya kedalam kantong kecil yang memang khusus untuk payung, aku melangkah menuju sebuah bangku kosong dan duduk menunggu Bis.

Aku merasakan sepasang mata sedang memperhatikanku sejak tadi. Aku bisa melihanya dari ekor mataku  orang itu sedang menatap kearahku. Aku memalingkan wajahku kekiri , ternyata benar, dia memang sedang menatapku namun tanpa ekspresi. Aku jadi salah tingkah dibuatnya. Bukan hanya karena tatapannya, tapi juga karena dia sangat tampan. Haha

Aku kembali memalingkan wajahku menatap lurus kedepan. Dan berpura-pura tidak peduli dengan keberadaannya  yang masih tetap menatap kearahku. Sampai akhirnya Bis yang kutunggu datang, aku buru-buru berdiri dan masuk kedalam bis tanpa menoleh kearah namja itu lagi.

 

Thursday, July  5th 2012

“Aissshhh… Apa Langit Tidak lelah menangis? Kenapa tiap hari hujan turun.” Rutukku. Aku kembali mengulang aktivitasku semalam. Mulai dari  memasukkan Matic ke Garasi, Berjalan menerobos hujan  dengan pelindung sebuah payung dan duduk menunggu Bis di Halte. Hari ini tak ada bedanya dengan hari kemarin, malah hari ini terkesan disusun sama persis seperti hari kemarin. Dan juga tak ketinggalan, Namja yang kemarin memperhatikanku juga ada lagi disitu. Tetap duduk di kursi Halte Bis tepat diposisinya kemarin.  Dan hari ini masih tetap sama, memperhatikanku tanpa ekspresi. Aku dan dia duduk berdekatan, hanya ada 3 buah kursi kosong yang memberi jarak diantara kami, sedangkan tepat disebelahku hanya ada seorang ibu-ibu bersama anak lelakinya, sepertinya ibu itu ingin mengantar anaknya kesekolah. Dan ada seorang namja berkemeja rapi yang berdiri agak jauh dengan posisi membelakangiku dan ibu tadi. Sepertinya namja itu tampak terburu-buru, karena kuperhatikan dia berkali-kali melihat Arloji yang terlingkar dipergelangan tangan kirinya.

“Ada apa?” kataku memberanikan diri untuk bertanya pada namja yang sejak tadi terus menatapku. Namja  berkemeja rapi didepanku  tadi menoleh kearahku, memutar tubuhnya dan menghadap kearahku

“Ne?” Katanya dengan raut wajah penuh Tanya.

“Aaa… Aniya.. Mianhae. Aku bukan bicara pada anda.” Jawabku sopan. Dia sedikit mengangguk dan  kembali keposisinya semula.

“Kenapa Kau menatapku terus?” tanyaku lagi.  Namun bukannya menjawab dia malah tersenyum. Dia menjawab pertanyaanku hanya dengan  tersenyum?  Benar-benar menyebalkan.

“Kau bicara pada siapa?”Tanya ibu disampingku tadi.

“Aku bicara pada Namja itu.” Tunjukku pada Namja yang masih memperhatikanku.

“Namja?” tanyanya dengan nada bingung.

“Eomma… Itu bisnya datang.” Teriak anak laki-laki wanita itu sambil menarik lengan ibunya. Aku tau ibu itu ingin mengatakan sesuatu, tapi anaknya terus mendesaknya untuk segera naik bis. akhirnya ibu itu pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Tak lama setelah ibu itu pergi , Bis yang akan kutumpangi datang. Buru-buru aku naik dan memilih duduk dekat jendela. Dari sini aku bisa melihatnya sebentar, kami saling tatap dan untuk kedua kalinya dia tersenyum padaku, dan tanpa sadar aku membalas senyumnya. Bis perlahan berjalan tapi aku tetap memperhatikannya sampai akhirnya Dia menghilang dari tatapanku.

 

Friday, July 6th 2012

Hari ini begitu cerah .Tak ada lagi tetesan hujan seperti hari kemarin. Bahkan langit pagi hanya berhias bayangan-bayangan awan putih dan matahari bersinar cerah, tak mau lagi bersembunyi dibalik awan mendung seperti  kemarin.   Aku mengeluarkan Skuter matic Pink kesayanganku dari Garasi. Hari ini Hujan tidak turun, tapi kenapa hatiku malah benci hal itu. Entah sejak kapan hujan tak lagi menyebalkan dan entah sejak kapan aku jadi suka hujan. Karena jika hujan turun aku akan berjalan kaki ke halte bis, duduk menunggu bis. Dan Menikmati pandangan seorang namja yang tak kukenal itu, tapi entah mengapa aku merasa wajahnya tidak asing bagiku.

 

Saturday, July 7th 2012

Seperti hari kemarin, Pagi ini juga tidak hujan. Hujan turun lumayan lebat tadi malam,  mungkin karena itulah Pagi ini tidak hujan.  Kuputar kontak Motorku dan melaju lambat menembus genangan air sisa hujan tadi malam. Tadinya aku mau lewat dijalan yang biasa aku lewati, karena jalan itu lumayan mempersingkat waktu perjalanan kesekolah. Tapi kubatalkan niatku dan memilih jalan memutar agar aku bisa lewat didepan Halte Bis. Entah kenapa Rasanya aku ingin melihat Namja itu lagi. Namun keinginanku tak bisa terkabul. Dia tak ada disana. Dengan penuh kekecewaan aku segera menggas motorku dan pergi dari tempat itu.

 

Sunday, July 8th  2012

Aku melangkah keluar rumah menuju Halte Bis yang biasa kudatangi ketika hujan turun. Walaupun hari ini tidak hujan dan ini adalah hari libur entah kenapa aku ingin mengunjungi tempat itu. Mungkin hanya Sekedar menumpang duduk menikmati dinginnya pagi atau mungkin ada maksud lain dihatiku. Dari kejauhan bisa kulihat Halte itu sangat sepi, mungkin karena hari ini hari Minggu. Semakin dekat aku semakin bisa melihat seseorang yang sedang duduk sendirian dibangku Halte itu. Sepertinya dia sedang melamun, dia bahkan tak sadar kehadiranku disampingnya.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” sapaku seperti sudah lama mengenal namja ini.

Dia sedikit tersentak, raut wajahnya menunjukan kekagetan namun sedetik kemudian raut wajahnya kembali seperti biasa. Namja itu tersenyum manis, semanis senyumnya saat terakhir kali aku melihatnya.

“ Akhirnya kau ingat padaku!” katanya memulai kalimat pertamanya. Suaranya serak namun terdengar indah.

“Ingat? Apa kita saling kenal?” tanyaku balik bertanya.

“Jadi kau belum ingat? Aisssh.. kukira kau sudah ingat, ingatanmu benar-benar buruk.”

“Hei, kenapa kau malah menghinaku? Memangnya kau siapa sampai aku wajib mengingatmu.” Kataku dengan nada kesal. Dia diam sejenak dan hanya menatap tajam kearahku dan tak lama kemudian dia kembali tersenyum.

“Rin Rin … apa kau akan ingat jika aku memanggilmu begitu? Rin Rin Si Nona Pembenci Hujan?” kata namja itu. Ingatanku seakan melayang menuju kejadian beberapa tahun lalu. saat aku masih berada di tingkat 1 junior High School.

“Kyuhyun ahhhh?” tebakku sekenanya. Hanya satu orang didunia ini yang memanggilku Rin Rin, orang lain biasanya memanggilku Ha Rin karena namaku adalah Shin Ha Rin. Hanya orang yang bernama Cho Kyuhyun yang memanggilku begitu.  Dia tersenyum -lagi-  dan mengangguk  “Akhirnya, kau ingat.” katanya pura-pura cuek sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya. Aku membekap mulutku dengan kedua tangan seakan tak percaya.  tanpa memperdulikan sikapnya itu, segera kupeluk namja disebelah ku ini.

 “Jeongmal Bogoshipo” kataku sambil melepas pelukanku.

“Nado” jawabnya singkat.

“kapan kau kembali kesini? Kenapa kemarin kau tidak menyapaku huh? Dan kenapa kau tidak datang kerumahku saja. Kenapa malah menungguku disini, bagaimana jika aku tidak pernah kesini? ” Tanyaku. Kyuhyun dan aku adalah tetangga, dulu rumahku dan kyuhyun bersebelahan. Sampai pada akhirnya ketika kami berdua duduk ditingkat 1 Junior High School kyuhyun harus pindah karena ayahnya dipindah tugaskan dan sejak saat itu aku tak pernah lagi mendengar kabarnya.

Kyuhyun tersenyum “aku kembali kemari sebulan yang lalu,  tapi baru bisa menemuimu sekarang. Sebenarnya aku ingin datang kerumahmu, tapi ada sesuatu yang membuatku tidak bisa kesana.” Jawabnya. Tak henti-hentinya kupandangi wajahnya. Pantas saja jika aku tidak mengenalinya lagi karena Namja ini benar-benar berubah Drastis.

“Bagaimana kabarmu?” tanyanya                                    

“Aku baik.” Jawabku singkat “Bagaimana denganmu?”

“Sejak bertemu denganmu  sepertinya kabarku bertambah baik.”

“Aisshh… kau ini! Kemana kyuhyun yang dulu? Kenapa yang sekarang berubah seperti ini?”

“Tapi kau suka kan?” godanya sambil menyikut lenganku.

“Yakk… kau!” kataku pelan memukul bahunya.dia tertawa riang dan aku akui aku suka itu.

“aku senang diizinkan bertemu denganmu lagi. Aku pikir aku tidak akan bisa bertemu kau lagi.” Katanya berubah serius sambil menatapku dan entah kenapa saat seperti ini membuatku jadi salah tingkah.

“Rin Rin… Dulu ada satu kata yang belum sempat aku katakan padamu, dan aku pikir aku tak akan punya waktu untuk mengatakannya. Tapi ternyata tuhan berkehendak lain. Aku diberi kesempatan sekali lagi untuk bertemu denganmu. Dan aku tak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini. “ Kulihat Kyuhyun menghela nafas sejenak “Rin Rin-ah Jeongmal Saranghae… “

Aku mengedipkan mataku berulang kali. Tuhan Apa ini mimpi? Jika iya, tolong biarkan aku tidur untuk selamanya.

“Maaf jika aku mengatakannya secara mendadak seperti ini. Aku sungguh mencintaimu, aku ingin mengatakannya sejak dari dulu, tapi aku belum punya keberanian. Dan aku sungguh menyesal akan hal itu.  Dan akhirnya aku sadar kesempatanku hanya hari ini.

Aku tersenyum “Gwenchana Kyuhyun ah, Nado Saranghae.” Jawabku sambil tersenyum. Dia menarikku lembut dalam pelukannya. memelukku erat seakan tak ingin melepasnya lagi. Aku membalas pelukannya. “gomawo.” Desisnya. Entahlah, tapi kurasa kyuhyun sedang menangis sekarang. Aku mencoba melepas pelukanku, aku ingin memastikan apakah dia benar menangis. Tapi dia menahanku. “Biarkan begini. Sebentar saja. Aku mohon.”

 

2.18 PM

Aku membuka perlahan mataku. Ternyata aku ketiduran di kursi Halte ini. Kulihat jam yang terlingkar di pergelangan tanganku. “Ternyata sudah siang.” Kataku sambil celingak-celinguk memandang sekeliling.

“Dimana Kyuhyun?” pikirku. Aku mencoba mencarinya disekitar Halte tapi hasilnya Nihil, dia tidak ada disana. “Kemana Namja itu? Seenaknya saja meninggalkanku.” Rutukku. Aku memutuskan untuk pulang, bukankah besok aku bisa bertemu dengan nya lagi. Aku tinggal datang ke halte ini lagi kan?

 

 

Friday, 13th 2012

Sudah 5 hari aku menunggunya disini. Tapi dia tidak pernah muncul lagi di Halte ini. Apa arti ungkapan cintanya kemarin? Ternyata semua namja itu sama, sangat senang membuat Yeoja Kecewa.

 

Saturday, 14th 2012

Sejak pulang sekolah tadi aku hanya duduk malas-malasan di ruang tamu, Dari tadi aku hanya melamun memikirkan Kyuhyun. hatiku menyuruhku pergi kehalte Bis itu lagi tapi pikiranku melarangnya.

Lamunanku buyar oleh bunyi bel. Aku segera berdiri dan membuka pintu. Aku harap yang datang itu Kyuhyun. Berdiri disana dengan seikat bunga dan meminta maaf karena sudah menghilang beberapa hari ini.

“Shin Ha Rin?” kata seorang Ahjumma dengan nada ragu.

“Ne.” jawabku singkat. Sepertinya aku mengenal wanita ini. Tapi aku lupa dia siapa.

“Ahhhh….” Ahjumma itu langsung memelukku sebentar. “ternyata benar ini kau.” Sudah lama aku ingin kemari, tapi belum ada waktu. Oh iya, mungkin kau lupa padaku. Aku Eomma Kyuhyun. Dulu Kami sekeluarga pernah bertetangga dengan kalian. Apa kau sedang sibuk? ”

“Aniya.”

“Baguslah kalau begitu, maukah kau ikut denganku. Kyuhyun ingin bertemu denganmu.”

 

***

“Ahjumma, bukankah kita akan bertemu kyu? Kenapa malah kerumah sakit?”

“Masuklah.” Kata wanita itu membuka pintu sebuah kamar.perlahan aku masuk kekamar yang serba putih itu.  Rasanya kakiku lemah dan sekujur badanku kaku.  Seorang namja terbaring disana dengan berbagai selang yang terhubung keberbagai alat yang  tak kuketahui  namanya. Tapi itu semua terlihat menyeramkan.

“Ahjumma. Dia?”

“Ne, dia kyuhyun.”

Aku mendekat kearah namja yang terbaring itu. Matanya tertutup, tak ada lagi senyum diwajahnya seperti kemarin. Terdengar bunyi Bip berulang-ulang  dari sebuah alat yang layarnya membentuk garis naik turun. Aku tak dapat menahan air mataku, akhirnya Kristal bening itu mengalir dipipiku.

“Ahjumma, Kyuhyun kenapa ?”

“ Sebulan setelah kami kembali kesini  kyu mengalami kecelakaan, siang itu dia berpamitan, katanya dia ingin pergi menemuimu. Tapi ….. “ Eomma kyu menangis terisak. “sejak hari itu sampai sekarang kyu belum sadar.”

“itu artinya setelah kecelakaan kyu terus disini?” tanyaku. Cho Ahjumma Mengangguk pelan. “Jadi yang kutemui selama ini siapa?” batinku.

“ya, dokter bilang Kyuhyun mengalami koma, Sejak tiba disini dia begitu gembira.  Setelah meletakkan barang-barangnya kyu langsung minta izin bertemu denganmu.”

Aku meraih tangannya dan mengenggamnya erat. Tangannya terasa dingin namun begitu nyaman. Kutatap lama wajahnya, ada beberapa bekas luka diwajahnya namun dia tetap tampan seperti saat aku bertemu dengannya pertama kali di Halte Bis itu.

“Hei, ayo bangun. Kenapa malah tidur disini. Kenapa kemarin kau meninggalkan ku di Halte. Aissh… aku mencarimu kemana-mana ternyata kau malah tidur disini. Ayo bangun, kau harus bangun. “ aku menghela nafas sebentar, mencoba untuk bicara dengan nada senormal mungkin.

“Kita baru bertemu kemarin, kita bahkan belum sempat jalan-jalan. Didekat sini ada sebuah sungai, tempatnya sangat indah. Kau harus bangun, aku akan mengajakmu kesana. Kau masih suka memancingkan?”

Aku mendengar bunyi Biiiip panjang. Dan garis naik turun yang kulihat di layar monitor tadi berubah menjadi lurus. Cho Ahjumma pergi keluar ruangan sambil berteriak histeris memanggil Dokter. Aku masih diam terpaku ditempatku, masih dengan menggenggam tangannya. Tangannya lebih dingin dari saat aku menggenggamnya tadi. Kini kurasakan tangannya berubah beku.

 

***

 

Aku menutup buku diaryku. Tak terasa aku sudah sampai pada halaman akhir. Aku menangis bersama langit yang ikut juga menangis. Secarik kertas terbang dan mendarat tepat diatas pangkuan ku. Aku tak tau dari mana kertas itu berasal. Kuraih kertas putih itu dan mencoba membaca satu persatu kalimat yang tertulis disana. Berulang kali aku membaca tulisan itu untuk memastikan aku tidak salah membacanya.

“Kau Salah Kyu, Sekarang aku suka pada Hujan. Kau tau kenapa? Karena jika hujan tidak turun. Mungkin aku tidak akan pernah Bertemu Denganmu.”

 

Aku memandang sebuah kursi kosong yang biasanya diduduki seorang namja. Tapi entah sejak kapan kursi itu kosong. Aku bangkit dari kursi tempatku duduk dan mengembangkan payung dan berjalan pulang menerobos derasnya hujan. Tapi besok aku akan kembali lagi kehalte itu, besok, besok, dan besoknya lagi. 

 

***

Jika aku dilahirkan kembali kedunia. Aku tak ingin jadi hujan. Kenapa? Karena orang yang kucintai sangat membenci Hujan. Karena itulah aku tak ingin jadi Hujan, karena aku tidak mau dia membenciku dikehidupan yang akan datang.

 

 

The End

My Hearth is Still Yours

Standard

My Hearth is Still Yours

Author                                                : Dewii Aprilya

Tag                                                      : Cho Kyuhyun, Park Eunji, Choi Siwon, Super Junior

 

FF oneshoot persembahan author, dan untuk kesekian kalinya main castnya adalah Cho Kyuhyun. Maklum author itu Saaaaaaaaaangat  mencintai Kyuhyun Oppa dan Super Junior.

Buat readers, selamat  membaca and komentnya ditunggu. Terima Kasih!!

———————————————————————————————————————————-

 

 

(Eunji’s POV)

Aku duduk di depan sebuah apartemen mewah tempat sebuah boyband terkenal di Korea, Super junior. Aku menangis sendiri ditengah malam yang sunyi di musim dingin. Tak kupedulikan dinginnya malam yang menusuk kulitku, hatiku sedang terluka. Untuk yang kesekian kalinya lagi aku harus menahan luka yang ditorehkan oleh namja itu. hanya luka yang bisa kudapat darinya, tapi toh aku juga tidak bisa berhenti mencintainya. Jiwaku telah terikat olehnya sejak 4 tahun lalu.

Malam itu dia melakukan hal yang teramat menyentuh hatiku hingga aku tidak bisa lagi melepasnya dari pikiranku. Aneh sekali, padahal saat itu dia hanya memeluk dan menenangkanku dengan suara detak jantungnya tapi sejak saat itu aku mencintainya, mencintai namja itu.Siwon oppa adalah namja yag mempunyai detak jantung yang indah. Aku selalu merindukannya dan berharap dia melakukan hal itu lagi, tapi dia tidak pernah melakukannya lagi. Itu adalah yang pertama dan terakhir kalinya dia melakukannya.\

 

Flashback..

“kau tahu, ketika Noonaku menangis aku akan memeluknya dan membiarkan dia mendengar detak jantungku. Setelah melakukan itu,Noonaku akan tersenyum dan kembali bersemangat untuk menyelesaikan segala maslahnya, jika kau mau, kau bisa melakukannya” Namja ini  lalu menarikku kedalam pelukannya dan meletakkan kepalaku di dadanya.

Namja itu lalu berkata. “sekarang pejamkan matamu dan berpusatlah pada setiap detak jantungku. Lupakan segala masalahmu dengan hanya mendengarnya. Jangan berbicara dan mendengar hal lain kecuali suara kehidupan disetiap detakan jantungku” aku melakukan setiap yang dikataknnya. Aku mendengar setiap detak kehidupan di dadanya. Seketika sebuah kehangatan menyerang relung jiwaku dan aku menikmati setiap suara itu.

Deg… Deg… Deg… deg..

Perlahan tapi pasti aku berhenti menangis. Kutatap Jaket panjang yang dia pakai itu jaket yang bisa membantunya menyamar ketika akan keluar dari para Elf. Di dada sebelah kiri Jaket itu tertera inisial CS dengan huruf besar. Leetuk Oppa juga selalu memakai jaket seperti itu ketika berkunjung kerumahku Cuma bedanya tulisan kecil milik Leeteuk Oppa bertuliskan PJS yang merupakan inisial dari namanya.

Dia lalu melepas pelukannya padaku dan beranjak dari tempat duduknya.“Sampaikan salamku pada Teuki Hyung ketika kau pulang nanti……. Aku harus pergi dulu… Aneyong Eunji-ah!!!”

Dia berlari menjauh dariku. “Oppa!!” Namja itu berbalika padaku. “Kamsahamnida!!”. CS, aku akan menemukanmu dan menjadikanmu milikku selamanya agar aku bisa kembali merasakan detak jantung itu……

Flashback End

Sejak saat itu pula aku mengejar dan selalu mencoba merebut perhatiannya tapi sampai sekarang aku tidak pernah berhasil. Yang aku dapatkan hanya air mata, luka, dan kepedihan. Dia tidak pernah menggubrisku dan hanya menganggapku sebagai dongsaengnya, hanya dongsaeng…..

4 tahun aku mengejarnya dan selama itu pula aku selalu kecewa. Aku tidak akan pernah menyerah, sekeras apapun dia menolakku aku tidak akan pernah mundur. Meskipun setiap hari dia menorehkan luka dihatiku, aku tidak akan melepasnya. Aku tahu, kalau bukan Karena Oppaku, mungkin dari dulu dia memperlakukan aku dengan kasar.

Sikap dinginnya padaku tidak akan mengubah apapun. Aku tidak peduli kalau dia  mencintaiku hanya karena dia menghormati oppaku, Park Jung So. Aku tidak tahu apakah ini yang namanya cinta atau hanya sebuah obsesi semata tapi yang aku tahu bahwa sekarang aku ingin dia menjadi milikku, hanya milikku…

Namja itu adalah Choi Siwon salah satu member super Junior dan aku adalah Park Eun Ji. Aku adalah yeodongsaeng dari Leeteuk Oppa, leader Boyband itu. Siwon oppa tidak pernah mempedulika keberadaanku dan selalu bersikap cuek padaku. Malam ini dia kembali menyakitiku, dia dengan teganya mencium seorang yeoja di depan mataku, sungguh sakit hati ini ketika dia menatap yeoja itu penuh cinta, berbeda ketika dia menatapku.

Aku tidak pernah marah atas perlakuannya padaku.yang bisa kulakukan hanyalah menangis di tempat ini, disebuah taman di depan dorm SuJu.

“kau butuh pundak untuk menangis??” kupalingkan wajahku dan kutatap wajah Kyuhyun oppa yang tersenyum manis kepadaku. Aku mengangguk dan dia akhirnya duduk di dekatku, kusandarkan kepalaku dan melanjutkan kebiasaanku, menangis.

“Oppa, kenapa kau selalu datang ketika aku menangis??/” dia tersenyum dan berkata.

“mungkin karena aku memiliki radar yang bisa membuatku mengetahui kalau saat ini kau sedang menangis untuk yang kesekian kalianya” aku diam, entah kebetulan atau memang takdir, Kyuhyun oppa akan selalu datang padaku ketika aku menangis. Dia akan menghiburku dan membuatku kembali tertawa. Kyuhyun Oppa sudah seperti sapu tangan yang akan selalu siap menghapus air mataku.

“aku selalu bertanya-tanya, kenapa aku bisa mencintai namja seperti itu. namja yang bahkan tidak pernah tersenyum padaku….” Kataku lambat, perlahan air mataku mulai mongering dan aku memindahkan kepalaku dari Pundak Kyuhyun Oppa.

“itulah Cinta, aku juga merasa aneh. Kenapa aku harus jatuh cinta pada yeoja yang tidak pernah menatapku……” aku tersentak. Aku tahu kalau Kyuhyun Oppa mencintaiku, meskipun dia tidak pernah mengatakan secara langsung, tapi aku bukan gadis bodoh dan naif yang tidak bisa mengartikan setiap kaata yang keluar dari bibirnya. Tapi aku sudah terlalu terobsesi dengan namja bernama Choi Siwon.

“kajja, kuantar kau pulang. Sebentar lagi Teuki Hyung pulang. Aku tidak ingin dia melihatmu seperti ini. dia pasti akan ikut uring-uringan” Kyuhyun Oppa berdiri dan mengulurkan  tangannya padaku. Aku  tersenyum dan menerima uluran tangannya.

“Ne Oppa”

Beginilah hidupku….. setiap kali Siwon melukai hatiku, Kyuhyun oppa akan datang dan menenangkan hatiku. Entahlah, aku bukanlah orang yang mudah untuk berhenti menangis, tapi ketika aku bersama Kyuhyun Oppa, aku akan merasa nyaman dan rileks untuk menceritakan semua masalahku dan dia akan dengan senyum hangatnya akan menghiburku.

——————

Tiga bulan berlalu setelah kejadian yang sangat menyakitkan untukku itu. aku mulai berfikir, bagaimana aku bisa mencintai orang yang terus-terusan menyakitiku?? Kemana Namja hangat yang dulu memelukku??? Aku sendiri ragu akan perasaanku saat ini.

Kejadian itu membuatku enggan untuk kembali ke dorm itu. bayangan kejadian itu selalu berhasil membuat hatiku perih. Tapi ketika aku mulai meneteskan air mataku, Suara hangat Kyuhyun Oppa akan selalu melantunkan nada indahnya untukku dan selalu berhasil membuatku tersenyum. Kyuhun Oppa adalah malaikatku

Pagi ini aku duduk merenungi segala kebodohanku selama ini. mengapa aku harus menyukai namja seperti Choi Siwon yang bahkan tidak pernah menggubrisku. Kutatap tumpukan salju yang menutupi hampir seluruh pekarangan rumahku.

“Eunji-ah….” Aku tersentak mendengar sebuah suara yang sangat aku kenali, suara Oppaku, Park Jung So

“Oppa!! Kapan kau datang?? Kau tidak menginap di dorm??” kataku pada Leeteuk Oppa.

“tadi subuh, hari ini aku tidak ada jadwal, jadi aku ingin menghabiskan waktu dengan Dongsaengku” leeteuk Oppa lalu duduk disampingku dan menggemgam taganku.

“aku tahu apa yag sudah kau alami…. Aku tahu semuanya.” Aku tersentak kaget, aku tidak pernah menceritakan kejadia semalampada Oppaku, tapi dari mana dia bisa tahu?? Apa dari Kyuhyun oppa??.

Leeteuk Oppa kemudian melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.“bukan Kyuhyun yang memberitahuku… dia adalah orang yang pintar menjaga rahasia…”

“Oppa…”

“Diam…. Jangan bicara dan cukup dengarkan aku. Eunji-ah, sampai kapan kau akan menyakiti dirimu sendiri?? Apa yang kau rasakan pada Siwon itu bukan cinta tapi hanya sebuah obsesi. Sadarlah dan buka matamu, ada orang yang dengan tulus mencintaimu tampa mengharapkan imbalan apapun…” aku tertunduk lesu, tidak berani menatap mata Oppaku.

“Eunji-ah, kau hanya terobsesi pada Siwon, tapi kau tidak pernah bertanya pada hati nuranimu siapa sebenarnya orang yang sangat kau harapkan bisa menjagamu….” Leeteuk Oppa lalu menutup kedua mataku dengan tangannya.

“bayangkan…. Jika kau berada disuatu hutan yang gelap gulita, siapa orang yang kau harapkan akan datang menjemputumu, apakah Siwon atau Kyuhyun??”kupejamkan mataku dan mulai mengikuti apa yang dikatakan Leeteuk Oppa, aku tersentak karena seketika wajah yang muncul di benakku adalah Kyuhyun Oppa…. Aku berharap dialah yang datang menjemputku dan membawaku keluar dari hutan itu.

“ sekali lagi…. Jika kau berada disebuah lautan dan melihat Siwon dan Kyuhyun akan tenggelam, siapa yang pertama kali kau selamatkan” aku mulai membayangkan apa yang diperintahka oleh Leeteuk Oppa. Seketika aku tersentak karena aku justru takut kehilangan Kyuhyun. Siapa yang akan menghiburku?? Siapa yang akan memberikan senyum sehangat senyuman Kyu Oppa?? Aku tidak akan mau terjadi sesuatu padanya.

“ini yang terakhir kalinya…. Kosongkan pikiranmu dan dengarkan suara hatimu. Di dalam benakmu, tanyakan pada hatimu, bersama siapa kau merasa nyaman dan hangat…” kupejamkan mataku dan wajah yang muncul dibenakku adalah wajah namja yang tidak pernah kuduga sebelumnya, wajah Cho Kyuhyun, bukan wajah Choi Siwon.

Leeteuk Oppa melepaskan kedua tangannya dari mataku. Teuki Oppa menatapku dengan tatapan hangat. “kau mengerti kan?? Sekarang kau mungkin sudah bisa membedakan antara Cinta dan obsesi. Eunji-ah, Obsesia hanya akan membuatmu menderita,kau hanya ingin memilikinya tapi kau tidak peduli apakah dia bahagia atau tidak. Tapi cinta berbeda saeng-ah, Cinta akan membuatmu merasa bahagia ketika kau melihat orang yang kau sayangi bahagia dengan atau tampa kau disampingnya…”

Aku tertunduk lesu mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Teuki Oppa, tampa terasa air mataku mengalir di pipiku. Aku mengerti sekarang, aku hanya terobsesi pada Siwo Oppa, aku bahkan menghalalkan segala cara agar bisa memilikinya tak peduli dia bahagia atau tidak. Pikiranku langsung tertuju pada saat saat kebersamaanku dengan Kyu oppa. Dia akan selali hadir disetiap aku bersedih, menenangkanku dengan tatapan hangatnya. Aku selalu merasa bahagia setiap aku berada disampingnya hingga aku bisa melupakan setiap masalahku. Aku membutuhkan namja itu…. Aku mencintainya….

Aku berdiri dan masuk kedalam rumahku. kuambil kunci mobilku dan berlari kecil menuju ke garasi disamping rumahku.

“Kau mau kemana??” Tanya Leeteuk Oppa.

“aku mau ke dorm dan menemui Kyuhyun Oppa” kataku dengan nada serius.

“percuma, tadi malam Kyuhyun berangkat ke rumah orang tuanya di Nohwon dan katanya dia menginap 1 hari disana. Mungkin nant malam baru sampai di dorm…” aku tersentak dan keluar dari mobilku.

“Mwo?? Ke Nohwon?? Untuk apa dia kesana Oppa??”

Kening Leeteuk Oppa berkerut sambil memandangku. “ Molla….”

“Oppa!! Kau itu leader bagaimana sih… masa tidak tahu tentang membermu!!!”

PLETAK

Sebuah jitakan dari Leeteuk Oppa sukses mendarat di kepalaku.

“YAK!! Park Eunji!!! Beraninya kau bicara begitu pada Oppamu. Cepat minta maaf!!” aku hanya bisa menunduk pada Oppaku sambil memegang kepalaku yang sakit.

“Mianhe Oppa!! Kalau begitu telefon member lain dan tanyakan tentang Kyuhyun” kataku sambil memasang Puppy Eyesku pada Jung So Oppa.  Dia lalu mengeluarkan ponselnya. “Ne..Ne…”

“Yeobseyo Sungmin-ah…ne… aku mau Tanya, kenapa tadi malam Kyuhyun ke rumah orang tuanya….” Kupandangi Leeteuk Oppa.

“MWO?? Pertnangan….?? Yeobseo?? Yeobseo Sungmin-ah!!” aku tersentak, jantungku berdetak kencang, Pertunangan?

“Oppa!! Pertunangan apa??” aku bertanya pada Leeteuk Oppa, tapi Teuki Oppa malah memandangi ponselnya.

“Omoo… Ponselku mati!! Aku lupa menchargernya…!!”

“Oppa!! Katakan padaku, Pertunangan apa??” teuki Oppa memandangi wajahku serius, aku merasa aneh dengan pandangannya.

“Kyuhyun menghadiri pertunangannya di Nohwon…..” teuki lalu memelukku erat, aku hanyabisa menangis.

“Mian… aku juga tidak tahu kalai Kyuhyun akan bertunangan… sabarlah saeng-ah……!!”

————————————-

Untuk yang kesekian kalinya aku kembali duduk di taman ini dan menangis. Cuma bedaya bahwa beberapa tahun belakangan ini aku menangisi obsesiku pada Siwon, tapi sekarang aku disini dan menangisi kebodohanku yang telah menyia-nyiakan cinta Kyuhyun oppa.

Aku terlambat menyadari betapa sakitnya ketika kita menyadari bahwa kita telah mencintainya, padahal dia telah pergi dari hidup kita. semuanya telah sirna, tatapan hangat yang biasa dia berikan padaku mungkin telah ia persembahkan seutuhnya pada tunangannya. Aku menyesal……. Menyesal karena mengabaikannya selama hampir 4 tahun, mengabaikan hati nuraniku yang entah sudah sejak kapan membutuhkan kehadiran Kyuhyun disisiku.

Kata orang setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Menurutku hikmah dari kejadian ini adalah bahwa aku sudah melupakan obsesiku pada Siwon Oppa, namja yang mempunyai detak jantung indah itu. selain itu, Kyuhyun Oppa tidak akan lagi menderita karena cintanya pada gadis bodoh yang tidak pernah mau menatapnya. Dan gadis bodoh itu adalah aku.

Sungguh suatu keajaiban. Untuk pertama kalinya aku tidak memikirkan diriku sendiri  dan hanya mementingkan kebahagiaan Kyuhyun oppa. Rupanya tampa aku sadari, dia telah mengubah hatiku sedikit demi sedikit hingga rasanya aku sulit melepasnya.

Mataku merah dan suaraku sudah mulai parau karena menangis. Semua member super junior memanggilku Ratu Cengeng, buka karena aku mudah menangis seperti Donghae Oppa tapi karena ketika aku menangis, aku akan sangat sulit untuk berhenti dan selama ini hanya dua orang yang berhasil menenangkanku yaitu Namja dengan suara detak jantung indah itu dan Kyuhyun Oppa dengan tatapan dan pelukan hangatnya..

“Kenapa setiap aku pulang ke dorm aku selalu menemukan kau disini dan pasti sedang menangis…..” aku tersentak mendengar suara itu, suara yang selalu mampu menenangkanku. aku lalu mencari sumber suara itu dan menemukan Kyuhyun oppa berjalan kearahku.

“Oppa… aku…” apa yang ingin kukatakan terhenti ketika dia duduk disampingku dan menyentuh bibirku seolah menyuruhku untuk diam..

“Diam dan dengarkan aku…. Aku sedih setiap melihat yeoja yang aku sayangi menangis karena namja lain, karena itu aku berusaha memberikan padanya apa yang bisa aku berikan, tidak peduli hal itu akan menyakitiku atau tidak. Eunji-ah… aku hanya ingin melihatmu bahagia, bukan malah diam sendiri disini dan menangis….” Mulutku tidak bisa lagi berbicara mendengar penuturannya. Oh Tuhan, betapa bodohnya aku selama ini mengabaikan dia yang begitu menyayangiku. Hanya air mataku yang mengalir dan entah mengapa sulit untuk kuhentikan.

Kyuhyun Oppa lalu menarikku kepelukannya dan meletakkan kepalaku di dadanya yang bidang. “sekarang dengarkan detak jantungku. Setiap suara yang kau dengarkan akan menenangkan jiwamu. Lupakan segala masalahmu dengan hanya mendengarnya. Jangan berbicara dan mendengar hal lain kecuali suara kehidupan disetiap detakan jantungku….” Ya Tuhan…… betapa bodohnya aku selama ini.  Dia Namja dengan Suara detak jantung indah itu. Dia Cinta pertamaku…….

“Eunji-ah… Ketika kau bersedih, kau bisa datang padaku….. kau tidak perlu memikirkanku ketika kau bahagia, melihatmu tersenyum itu sudah cukup untukku…” Kyuhyun Oppa memelukku erat.

“Oppa, aku sangat bodoh baru menyadarinya. Disaat aku telah sangat menginginkanmu, aku harus terpuruk karena mengetahui bahwa kau telah bertunangan….” Aku kembali terisak, menyadari betapa aku telah sangat menginginkan namja bernama Cho Kyuhyun.

“Bertunangan??” alis Kyu Oppa berkerut ketika mengatakannya.

“aku sudah mendengar dari leeteuk oppa bahwa kau pulang ke rumah Orang tuamu karena kau akan bertunangan. Aku rela oppa, tapi kumohon untuk sekali ini saja, biarkna aku memeluk dan mendengar setiap nada di jantungmu… Jebal Opaa….” Aku memusatkan pikiranku disetiap nada yang diciptakan oleh jantungnya, aku berusaha menahan setiap perih dihatiku.

“ Kau Bodoh Park Eunji” kata Kyu Oppa.

“ Ne Oppa, aku memang bodoh…” kulepas pelukannya dan kutatap wajahnya yang menampilkan senyum anehnya padaku.

“Diam..!!! aku memang pulang Ke Nohwon untuk menghadiri sebuah acara pertunangan. Tapi bukan pertunanganku… tapi pertunanang Noonaku, Cho Ahra…” aku menganga saking kagetnya, jadi aku menangis dan uring-uringan sampai mataku bengkak hanya karena sesuatu yang tidak terjadi??. Aishh!! Awas kau Park Jung So….

Lamunanku buyar saat tanga Kyuhyun Oppa mengacak-acak rambutku. “Kau benar benar bodoh..!!! menurutmu aku akan tunangan tampa mengundang Hyundeulku?? Kau benar benar gadis Naif + Bodoh…”

“Oppa!!! Aku tidak naif. Da aku juga tidak bodoh…. Ini namanya lugu… arasso??” kataku sambil tersenyum senang. Entah mendapat dorongan dari mana tiba tiba aku mencium pipi Kyuhyun Oppa, bia kulihat wajahnya yang merah dan kekagetan dari wajahnya.

“Omoo……” hanya itu kata yang bisa keluar dari mulutnya. Aku tersenyum lalu berdiri dan memegang pipinya yang sudah merah dengan kedua tanganku.

“Oppa, mulai sekarang aku hanya aka menatapmu…. Jadi kau harus hati2, jangan sampai aku melihatmu melirik yeoja lain. Arasso….”

“sejak kapan aku bisa berpaling darimu Yeoja naif…… aku akan selalu menatapmu…….” Apa yang ingin dikatakannya terhenti ketika aku mencium singkat bibirnya.

CHUP..

Setelah melakukan itu, akub berlari meninggalkannya yang masih berdiri mematung ditempatnya. Aku tidak mau dia melihat wajahku yang sudah merah bak kepiting rebus. Untuk pertama kalinya aku sangat bersyukur atas hidupku.

—————————–

Author’s POV

Eunji berjalan santai memasuki gedung SM ENT sambil membawa bekal makan siang ditangannya, sesekali nanyian kecil keluar dari bibir mungilnya itu. senyum tidak pernah lepas dari wajahnya membayangkan dia akan bertemu Kyuhyun.  Entah sejak kapan jantungnya berdetak sangat kencang jika mendengar nama namja itu.

Seorang wanita yang duduk di meja resepsionis tersenyum dan menyapa Eunji. “Aneyong Eunji-ah…” kata yeoja itu.

“aneyong Minji-ah..”

“kau mencari Oppamu??? Oh iya apa yang kau bawa itu..” kata Yeoja yang bernama Minji itu.

“ Oh ini… ini kue buatanku. Aku membawanya untuk Teuki Oppa dan Oppadeul lain, apa kau mau??” kata  Minji sambil menwarkannya pada Minji.

“boleh, kebetulan aku sedang lapar..” Minji lalu mengambil satu buah dari kotak bekal itu dan mencicipin kue buatan Eunji. “ Hhhmm…. Mashita..!! kau hebat dalam membuat kue Eunji-ah..”

“ jinjja??? Bagus kalau begitu. Minji-ah, aku pergi dullu yah, aku harus membawakan ini untuk semua Oppadeul…”

“Oh Ne, SuJu ada di ruang latihan di lantai 3. Gomawo atas kuenya…”

“Ne… Aneyong Minji-ah..”

Eunji lalu berjalan ingin memasuki Lift itu sambil sesekali menyapa para karyawan SMENT.Eunji memang akrab dengan hampir semua karyawan disana karena sifatnya yang ramah serta dia adalah Yeodongsaeng kesayangan Park jung So.

TING

Lift terbuka dan Eunji keluar drai Lift itu dan menuju ke ruangan yang biasa dipakai oleh para artis untuk latihan termasuk Super junior. Eunji memasuki ruangan itu dan tampaklah semua Oppadeulnya duduk untuk istirahat, tubuh mereka basah oleh keringat.

“Aneyong Oppadeul….” Kata Eunji sambil menundukkan kepalnya. Semua yang ada diruangan itu tersenyum melihat kedatangan Eunji. Eubhyuk lalu berlari kearah Eunji dan tersenyum.

“apa yang kau bawa Eunji-ah…” kata Eunhyuk sambil pandangannya tidak pernah lepas dari makanan yang dibawa Eunji.

“ Ini kue untuk Oppadeul semua…” Eunji lalu memberikan kotak kue pada Eunhyuk. Tampa diduga Heechul berlari kearah Eunhyuk dan merebut kotak makanan itu. “kalau Eunhyuk yang pegang, kita tidak akan kebagian…” kata Heechul . “Ya!! Kim Heechul…” dan mereka berdua akhirnya berebut makan itu. sementara member lain hanya bisa menggelng-geleng melihat ulah kedua orang itu. Leeteuk lalu menghampiri Eunji sambil meperhatikan kotak makanan lain berwarna biru yang dipegang oleh Eunji

“makanan itu untuk siapa??” kata Leeteuk dengan tatapan curiga pada dongsaengnya itu.

“Hhmm… ini makan siang untuk Kyuhyun Oppa..” kata Eunji sambil menundukkan kepalanya.

“YAK!! Park Eunji… kau membawakan kami kue sedangkan untuk Kyuhyun kau membawa makan siang… aishh!! Kau Curang sekali…” Heechul lalu berniat mengambil kotak itu tapi  naas, Kyuhyun sudah merebutnya dan menarik Eunji mejauhi kerumunan member  itu. tampa mereka sadari, Siwon menatap mereka tajam.

Kyuhyun membawa Eunji duduk di sudut ruangan. Kyuhyun tersenyum lalu membuka kotak makanan yang dibawa Eunji dan melahap Kimbab yang dibuat unji khusus untuknya. Eunji hanya bisa tersenyum melihat Kyuhyun makan dengan lahap apa yang dibuat olehnya. Setelah selesai makan, Kyuhyun lalu mencium pipi Eunji yang secara otomatis membuat wajah Eunji merah karena malu.

“Oppa!! Kau menciumku tampa minta izin…” kata Eunji smabil memegang pipinya.

“kemarin kau melakukannya 2 kali…” Kyuhyun tersenyum evil melihat wajah Eunji.

“Oppa, ada yang ingin kutanyakan padamu…..Apakah kita sudah jadi sepasng kekasih??” Kyuhyun yang sedang meinum langsung tersedak dan memuncratkan airnya.

“YAK!! PARK EUNJI!!!” semua yang ada diruangan itu termasuk member Super Junior kaget mendengar suara kyuhyun dan seketika mereka menatap Kyuhyun dan Eunji denga tatapan aneh.

“Kau kira kemarin itu apa?? Kau menciumku disini dan disini…” kata Kyuhyun sambil menunjuk Pipi dan bibirnya sedangkan Eunji hanya bisa tersenyum malu.

“itu artinya kau sudah menjadi milik Cho Kyuhyun dan tidak boleh lagi melirik namja lain… AIssh!! Kau itu benar benar naif….” Kata Kyuhyun.

“ mianhe Oppa…” kata Eunji.

 

“Yasudah, sekarang kau peluk aku…” kata Kyuhyun sambil merentangkan kedua tangannya. Eunji tampa pikir panjang langsung memeluk Kyuhyun dan membisikkan sebuah kata di telinga Kyuhyun.

“Saranghae Oppa…”

“Nado Saranghae Park Eunji…” kata Kyuhyun. Tba- tiba sebuah botol minuma  melayang dan menghantam kepala Kyuhyun.  Leeteuk lalu berlari menghampiri Kyuhyun dan kembali menjitak kepalanya.

“ Yak Hyung!!! Appoo…” kata Kyuhyun sambil memegang kepalnya yang sakit karena dijitak.

“kau harus minta izinn dulu padakus ebelum memeluk dongsaengku….. Arasso??” kata Leeteuk dan menjauhkan Eunji dari Kyuhyun.

“YAK HYUNG!!!!”

——————————————————THE END———————————————————————–

EPIOLOG

Kyuhyun keluar kamarnya dengan  tampang kusut, dia kesal setengah mati karena laptop dan PSPnya disita oleh manajer Hyung. Alhaisl dia sudah tidak bisa menghabiskan waktunya dengan bermain starcraf.

Leeteuk berjalan menghampiri Kyuhyun sambil membawa secangkir teh hangat. “Sudahlah, jangan memperlihatan wajah seperti itu, kau terlihat sangat jelek!!”

“Hyung!! Suruh manajer Hyung mengembalikan semua PSP dan Laptopku…!!” bentak Kyuhyun, dia lalu duduk di sofa dan merebut makanan Eunhyuk.

Dua buah jitakan menghantam kepalanya, satu dari Eunhyuk dan satu lagi dari Leeteul.

“Jangan membentakku!!”

“jangan merebut makananmu!!”

Kyuhyun meringis kesakitan sambil memegang kepalanya. Dia lalu beridiri dan berjalan menuju ruang tengah, dia mengambil kacamata, topi, dan masker di meja. Dengan wajah kesal dia memakai jaket milik Siwon.

“Siwon Hyung!! Aku meminjam jaket milikmu pemberian Lee Sajangnim..” teriak Kyuhyun, dia lalu memakai semua alat penyamarannya.

Terdengar suara Siwon dari arah dapur. “Jaketmu mana??”

“Ketinggalan di Nohwon” jawab Kyuhyun. Kyuhyun kembali bereteriak. “Sungmin Hyung!! Aku meminjam mobilmu. Mobilku ada di bengkel..” tamap menunggu jawaban dari Sungmin, Kyuhyun melangkah menuju pintu.

“Kyu, kau mau kemana??” Tanya Leeteuk. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik sambil membuka kacamatanya.

“Katakan pada Manajer Hyung, kalau setelah pulang nanti aku tidak melihat PSP dan Laptopku, maka akan terjadi perang dunia ketiga. Arasso..!!” ancam Kyuhyun sambil mengeluarkan tatapan yag dibuat seseram mungkin. Shindong dan, Eunhyuk, dan Leeteuk langsung bergidik.

“Siwon Hyung, Sungmin Hyung!! Aku menyayangimu!!” Kyuhyun kemudian keluar pintu dan membantingnya keras.

“Dasar maknae evil..” desisi Leeteuk.

 

^Beberapa jam kemudian^

Kyuhyun pulang ke rumah sambil sesekali bernyanyi disertai senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya. Dia menari dengan gembira sambil memeluk Donghae yang hanya menatapnya dengan tatapan aneh. Leeteuk, Sungmin, Eunhyuk, dan Siwon yang masih betah berada di ruang tengah juga sama herannya melihat perubahan mood Kyuhyun tadi.

“Kau kenapa??” Tanya Eunhyuk. Kyuhyun tersadar dari kelakuannya, seketika dia duduk disamping Leeteuk tampa mempedulikan member lain.

“Hyung, kenapa kau tidak memberitahuku kalau Eunji kembali dari London..??” kata Kyuhyun dengan nada selembut mungkin. Mendengar pertanyaan Kyuhyun, semua member langsung ber-oooo-ria. Mereka tahu bahwa Kyuhyun menaruh perhatian pada dongsaeng leader mereka.

“aku mau mebertiahu tadi, tapi kau malah membentakku..” kata Leetuk berusaha secuek mungkin.

“seandainya kau memberitahuku langsung, moodku pasti langsung berubah. Untung saja tadi aku bertemu dengannya..” kata Kyuhyun. Senyumnya langsung menghilang ketika mendengar perkataan leeteu.

“kau jangan berharap aku merestuimu…” Leeteuk berpura-pura seriur. Sementara member lain tersenyum menyadari bahwa Kyuhyun sedang dijahili.

“Hyung…… jangan begitu.. aku menyayangimu..” Kyuhyun merajuk.

“bukankah kau tadi bereterika bahwa kau menyayang SUngmin da Siwon?? Kau tidak menyebut namaku” Member lain mulai tertawa, tapi langsung menutup mulutnya saat mendapat tatapan maut dari Kyuhyun.

“Aku juga menyayangimu..”

Ponsel Leeteuk berdering, dilihatnya nama yang tertera di layarnya dan Leeteuk tersenyum saat melihat nama adiknya.

“Yeobseyo..” kata Leeteuk.

“Oppa aku mau bertanya padamu…” kata suara lucu di telepon.

“Ne, katakan Eunji-ah” Leeteuk menekankan suaranya saat mengucapkan nama Eunji, seketika Kyuhyun langsung mendekat berusaha mendengar pembicaraan mereka, rapi leeteuk malah meninggalka ruang tengah menuju kamarnya.

“Oppa, jaket yang kau katakana dari Lee Sajangnim itu… apakah semua member Super Junior juga punya??” Tanya Eunji antusias.

“Ne, semua member punya. Yang membedakan hanya inisial kecil yang ada di dada masing-masing jaket itu.”

“kalau inisial CS, itu milik siapa??” Tanya Eunji lagi.

“hhmm…. Choi Siwon..” Leeteuk mulai merasa ada yang aneh.

“Jung So Oppa, aku menyukai dongsaengmu yang bernama Choi Siwon itu” klik. Eunji menutup ponselnya. Leeteuk mematikan ponselnya dengan perasaan kacau.

“perasaanku menjadi tidak enak sekarang. Bagaimana dengn Kyuhyun….”

———————————————END OF EPILOG————————————————————————-

 

 

 

 

Post By : Hayyin Allaya Rizky

[FF Series] Kyuminator : The Beginning

Standard

Tittle : Kyuminator : The Beginning

Genre : Romance, Fantasy, Gaje -_-“

Cast :     – Cho Kyuhyun

–          Jennie Watson

–          Daniella Denia Williams

 

 

Poster By : Cover FF

 

 

-Satu-

 Selangkah demi selangkah aku menyusuri lorong-lorong berdinding besi ini. Sesekali aku berhenti melangkah dan membaca tulisan di beberapa pintu yang berjajar dengan jarak yang tidak begitu jauh.

“Dimana Kamar Kecilnya.” Keluhku. Sejak tadi aku tidak menemukan Satupun pintu dengan tulisan WC Atau semacamnya. Bodohnya aku  tadi juga tidak bertanya pada Mrs.Denia dimana letak kamar kecil. Aku mulai melangkah lagi menuju pintu berikutnya, berharap itulah pintu yang kucari. Namun pintu itu juga bukanlah pintu yang tepat, malah tulisan didepan pintu itu terkesan menyeramkan “WARNING : DILARANG MASUK” Itulah tulisan yang terpampang didepan pintu yang tepat berada didepan ku sekarang. Aku mencoba mendorong pintu itu dan mengabaikan larangan yang tertulis didepan pintu. Aku adalah tipe orang yang mudah sekali penasaran, melihat larangan dilarang masuk, aku malah jadi ingin tau apa yang ada dibalik pintu itu dan apa alasannya ruangan itu tidak boleh dimasuki.

Aku begitu terkejut setelah berada didalam ruangan itu. Barisan orang dengan pakaian seperti Prajurit yang jumlahnya puluhan bahkan mungkin ratusan secara bersamaan menodongkan senjata kearahku  . Dengan cepat aku mengangkat tangan memberi tanda bahwa aku bukan orang jahat.

“Jangan tembak aku. Aku hanya tersesat.” Teriakku dengan nada ketakutan, suaraku membahana keseluruh ruangan. Namun Prajurit itu bergeming dan tetap saja menodongkan senjata mereka kearahku. Seorang prajurit bertubuh tinggi tegap keluar dari barisannya dan melangkah mendekatiku yang masih ketakutan sambil tetap mengangkat kedua tanganku keatas. Pakaiannya sedikit berbeda dari yang lain, menurutku dia adalah pemimpin dari prajurit-prajurit yang masih menodongkan senjatanya padaku.

“Sedang apa kau disini. Bukankah didepan pintu itu sudah ditulis dilarang masuk?” ucap Prajurit yang mendekatiku tadi. Suaranya terdengar sedikit berbeda,  dan dia bicara dengan jeda disetiap kata-katanya. Wajahnya juga terlihat asing, dia bukan seperti Pria dari benua Amerika yang pada umumnya yang berambut Pirang, Bermata biru dan berkulit Putih. Dia berbeda dari Prajurit yang lain yang Bermata Biru, Berambut Pirang dan Berkulit Putih.  Kulit Pria ini memang putih namun berbeda, matanya hitam dan agak sipit rambutnya juga hitam. Dia terlihat seperti Orang dari benua Asia. Dia terlihat seperti orang Jepang? China? Atau Korea? Entahlah, aku tidak bisa menebaknya. Tapi dia terlihat sangat gagah dan tampan apalagi dia memakai seragam tentara seperti sekarang. Seragamnya menambah ketampanannya.

Aku diam tak menjawab pertanyaannya. Aku mengalihkan pandanganku kearah Prajurit yang masih menodongkan senjatanya kearahku. Dan sepertinya Pria didepanku ini mengerti rasa ketakutan yang kualami saat ini. Dia mengangkat tangan kanannya keatas dan secara serentak semua  prajurit dibelakangnya  menurunkan senjata mereka.

“Kau boleh menurunkan tanganmu.” Perintahnya. Dengan perlahan aku menurunkan kedua tanganku dan meminta maaf padanya dan menjelaskan kalau aku tersesat mencari Kamar kecil.

“Jangan pernah lagi masuk kemari. Aku tidak menjamin apa yang terjadi padamu jika kau masuk lagi kemari. Dan Jangan pernah lagi masuk keruangan manapun digedung ini yang bertuliskan Dilarang masuk karena didalamnya kau akan melihat seperti apa yang kau lihat disini.”

“Ya..Maafkan aku…aku akan pergi.” Kataku memutar badan dan membuka pintu hendak keluar dari ruangan yang menyeramkan itu.

“Kau teruslah berjalan lurus, Kamar Kecil ada di ujung Lorong itu.” Suara pria itu terdengar lagi. Aku memutar tubuhku menatap kearahnya. “Terima kasih.” Kataku sambil tersenyum dan segera keluar dari ruangan itu.

***

Aku kembali ketempat seharusnya aku berada, disini berbeda sekali dengan ruangan berisi Prajurit yang tadi kumasuki. Orang-orang disini berpakaian normal layaknya pekerja kantoran. Semua dindingnya bukan terbuat dari besi tetapi dari Kaca dengan banyak computer serta berbagai peralatan canggih lainnya.

Aku kembali duduk mendengar Penjelasan Mrs. Denia. Dia adalah orang yang membawaku kesini, bukan hanya aku tapi ada beberapa Mahasiswadan mahasiswi lain yang juga dibawa kemari.

“Kita Semua adalah Tim, dan didalam Tim ini Saya adalah Leadernya. Karena kita semua adalah satu Tim maka dari itu kita semua harus bekerja sama.”

“Mrs. Denia, Bisa ikut aku sebentar.” Kata seorang lelaki paruh baya memanggil Mrs.Denia. Wanita itu mengangguk dan pergi meninggalkan Kami semua mengikuti Pria yang memanggilnya tadi.

“selama aku kekamar kecil, apa yang Mrs.Denia katakan?” tanyaku pada Stephanie yang duduk disebelahku. Dia juga salah satu Mahasiswa Fakultas Sains yang Direkrut Mrs.Denia untuk jadi Timnya. Tapi Tim apa aku juga tidak tau, karena tadi aku izin kekamar kecil dan saat dikampus ketika kami diajak kemari, tidak ada yang menjelaskan kami akan dibawa kemana dan untuk apa.

“ Kau sudah dengar berita Bahwa ada Pesawat yang diperkirakan berisi Makhluk Luar angkasa sedang menuju Bumi kan? Nah, Karena itu kita semua disini dipersiapkan untuk membantu mereka. Kita dibuat dalam beberapa Tim, ada tim yang bertugas membuat tempat persembunyian untuk warga Sipil dan Beberapa tim membuat Robot yang akan ditugaskan melawan Makhluk dari Luar angkasa tersebut. Kita memang tidak tau apakah Makhluk dari luar angkasa itu Punya niat jahat atau tidak, tapi kita harus tetap waspada dan membuat persiapan sematang mungkin karena untuk apa mereka datang ke Bumi kalau tidak ada maksud tertentu kan? Nah tim kita adalah tim yang bertugas membuat Robot, mereka sudah banyak membuat Robot tapi dirasa itu sangat kurang mengingat pesawat yang menuju kebumi dideteksi ada puluhan pesawat .” Jelas Stephanie Panjang lebar.

“Bukankah kita punya banyak tentara dan peralatan perang yang Canggih?” tanyaku lagi

“Ya, memang benar. Namun tentara itupun tetap harus dibantu dengan Para robot karena menurut para peneliti Makhluk luar angkasa, mereka itu adalah Makhluk yang sangat cerdas dan perkembangan Teknologi disana jauh lebih maju daripada kita disini, karena itulah untuk menghindari Banyaknya tentara yang jadi korban mereka membuat banyak robot untuk membantu. Sebenarnya robot-robot itu sudah lama mereka buat, dan jumlahnya sudah ribuan, namun tetap saja itu dirasa kurang. ”

“Apakah Mrs.Denia menerangkan Kapan Makhluk Luar angkasa itu sampai keBumi?” tanyaku lagi. Aku harus banyak bertanya karena aku benar-benar tidak tau apa-apa karena aku ketinggalan dari penjelasan Mrs.Denia Tadi.

“Ya, Mrs.Denia juga meyinggung soal Kapan Makhluk Luar angkasa itu tiba dibumi, namun tidak ada kepastian Waktu tiba mereka disini. Namun menurut perkiraannya mereka akan tiba Beberapa minggu lagi. Karena itulah mereka Merekrut tenaga Tambahan untuk mempercepat Kerja mereka. Menurut Mrs. Denia akan banyak Mahasiswa Sains lainnya yang akan Bergabung disini.”

Aku mengangguk mengerti. Aku tidak menyangka Ternyata masalahnya serunyam ini. Namun aku cukup lega dan Salut bahwa Pemerintah punya Tim yang sudah lama dipesiapkan untuk Hal-Hal seperti ini.

***

 

“ selama proyek ini berlangsung, kalian akan tinggal disini. Kami sudah menyiapkan kamar dan beberapa keperluan lainnya untuk kalian. Jika kalian kekurangan sesuatu kalian bisa minta padaku, kamarku yang paling ujung. “ jelas Mrs. Denia lagi. Kami mengangguk tanda mengerti.

“Sekarang kalian bisa beristirahat. Besok kita akan mulai bekerja.”

Aku memasuki kamarku yang lumayan luas. Stephanie mengikutiku dari belakang, kebetulan kami satu kamar dan aku senang yang sekamar denganku adalah Stephanie, meskipun dikampus kami bukanlah teman sekelas dan jarang bicara namun ternyata dia sangat ramah dan baik. Dikamar itu ada dua tempat tidur yang dipisahkan oleh sebuah meja kecil. Namun kamarnya sangat sederhana, hanya ada beberapa barang disana seperti Kasur, Lemari kecil dan Lemari pakaian. Tidak ada peralatan elektronik untuk sarana menghibur diri seperti televisi ataupun Radio. Benar-benar membosankan. Untunglah kami tidak dilarang membawa Handphone ataupun Gadget lainnya.

Selain sangat sederhana, Kamar kami ini terkesan pengap  karena dikamar ini tidak ada jendela maupun Ventilasi  udara, mungkin ada tujuan tertentu kenapa kamar ini dibuat tanpa jendela dan Ventilasi. Tapi  untunglah ada AC yang mendinginkan ruangan ini sehingga kepengapan dikamar ini jadi berkurang.

Aku mengotak-ngatik Handphoneku dan berselancar didunia maya  untuk mencari tau perkembangan terbaru soal pesawat Luar Angkasa yang kini meresahkan Masyarakat Dunia.

“ Para Peneliti akhirnya bisa mendapat  informasi lebih Akurat  mengenai Pesawat Luar Angkasa yang sedang menuju Bumi. Diperkirakan pesawat itu akan mendarat Di sekitaran wilayah Los Angeles, Amerika. Pemerintah Amerika Sendiri sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dengan menyiapkan Tim baru. Dijadwalkan besok Masyarakat setempat sudah akan diungsikan ketempat khusus yang telah dipersiapkan oleh pemerintah.”

Aku membaca berita itu dengan suara yang agak kencang Agar Stephanie bisa ikut mendengarkan berita itu.Raut Kecemasan mulai tampak di wajahnya yang cantik, tadinya dia terlihat sangat tenang namun mendengar berita ini dia berubah jadi cemas. Mungkin karena orang tuanya tinggal Di Los Angeles. Aku berusaha menghiburnya dengan mengatakan Keluarganya akan baik-baik saja karena Masyarakat disana besok akan segera diungsikan. Dan sepertinya dia kembali tenang dan mengajakku untuk segera tidur karena besok kami harus bangun pagi.

 

***

Selesai sarapan Tim kami berjalan bersama menuju ruang kerja, kami berjalan melewati lorong berdinding besi tempat aku tersesat kemarin. Kejadian kemarin itu kembali menyusup dipikiranku, membuatku terkenang pada Prajurit tampan nan Baik hati itu. Aku tersenyum mengingatnya, Bisakah aku bertemu dengannya lagi?

Tiba-tiba sebuah pintu bertuliskan WARNING : DILARANG MASUK terbuka, dan Seorang Pria berpakaian Tentara keluar dari ruangan itu. Secepat itukah Tuhan mengabulkan Do’a ku? Ya, dia Prajurit yang waktu itu. Aku tersenyum melihatnya dan sama seperti kemarin, dia terlihat Tampan dan Gagah.

“Mrs. Denia, Untunglah aku bertemu Anda disini.tadinya aku memang ingin mencari anda.”

“Ada Apa Komandan Cho?” Tanya Mrs. Denia Pada Prajurit tampan itu.

“Kemarin kepalaku terbentur dan bagian kepala belakangku terasa Aneh.” Keluhnya pada Mrs. Denia.  Mrs.Denia melangkah Membelakangi Pria itu dan memeriksa sebentar bagian kepala belakangnya.

“Nona Watson, Sepertinya Komandan Cho mengalami sedikit kerusakan. Bisakah kau membantu memperbaikinya?” Tanya Mrs. Denia Padaku. Memperbaikinya? Memperbaikinya? Dia Robot?

“Nona Watson?” Ulang Wanita itu padaku.

“Ya..Ya… aku bisa.” Jawab dengan nada ragu, aku masih belum yakin bahwa Pria didepanku ini adalah Seorang Robot.

“Baguslah, Biar Komandan Cho yang Menunjukkan Ruangan perbaikannya, Kami akan mulai bekerja . Setelah kau selesai kau bisa menyusul kami. Jika sudah selesai datang saja keruangan kemarin, Nanti Ada Mrs. Emily yang akan mengantarkanmu ketempat kami. Kau mengertikan?” Tanyanya Lagi.  Dan aku mengangguk Cepat. Mrs. Denia tersenyum dan berlalu pergi diikuti Anggota Tim yang lain. Kini Tinggal aku dan Siapa tadi? Komandan Cho? Ya… tinggal aku dan Komandan Cho.

“Bisa kita mulai sekarang?” tanyanya padaku. Aku mengangguk pelan. Komandan Cho Berjalan lurus kedepan, mungkin menuju Ruangan Perbaikan yang tadi Dimaksud Mrs. Denia dan aku mengikutinya dari belakang. Sepanjang langkahku, sepanjang itu pula aku terus mengamati Robot Humanoid itu. Cara berjalan Komandan Cho tidak ada bedanya dengan Manusia, dia berjalan layaknya seorang Prajurit perang. Langkahnya begitu gagah,  punggungnya begitu tegap. Wajahnya juga sangat tampan. Dia benar-benar Robot yang pantas Dianugrahi kata “Kesempurnaan”.

Siapakah orang yang bisa menciptakan Robot Sesempurna Komandan Cho? Pasti dia orang yang benar-benar hebat.

Aku memasuki ruangan perbaikan yang tadi dikatakan Mrs. Denia. Tanpa Aba-aba dariku Komandan Cho segera naik keatas kasur dengan posisi tengkurap karena memang kepala bagian belakangnyalah yang perlu diperbaiki.

Awalnya aku sangat canggung dengan suasana disini, mungkin karena ini pertama kalinya aku berada diruangan ini dan belum tau seluk-beluk dari ruangan ini, namun seiring berjalannya waktu rasa canggungku perlahan berkurang karena sedikit demi sedikit aku sudah bisa menghapal seisi ruangan ini. Sejam lebih aku baru bisa memperbaiki Komandan Cho dan Akhirnya aku yakin bahwa dia benar-benar sebuah robot setelah aku membuka kepalanya. Setelah selesai Dia duduk diatas kasur dan mengucapkan terima kasih padaku. Aku senang sekali dia mengatakan bahwa Kepalanya sudah terasa lebih baik.

“Kau harus kembali ke tim mu kan?” Tanyanya.

“Ya, Tapi aku harus membereskan dan meletakkan kembali Peralatan ini ketempatnya dulu baru aku bisa kembali.” Kataku menyusun alat yang tadi kugunakan untuk memperbaiki Komandan Cho.

“Baiklah, aku akan menunggumu sampai selesai, kita kembali bersama.” Ucapnya. Sekali lagi aku terpana dengan robot tampan ini. Dia seorang robot kan? Tapi kenapa dia punya rasa kepedulian yang tinggi? Dia juga tau berterima kasih. Dia terlihat tambah sempurna dimataku.

“Komandan Cho, Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Ya, apa itu?” tanyanya dengan wajah datar. Ya, sebenarnya Komandan Cho bukan Robot yang sangat sempurna seperti yang aku Koar-koarkan, dia juga mempunyai kekurangan, sama seperti robot yang lain, dia tidak memiliki Ekspresi. Apapun perkataannya dia selalu berkata dengan Ekspresi Datar. Senang ataupun sedih wajahnya selalu terlihat sama. Padahal aku ingin sekali melihatnya tersenyum, karena kuyakin jika dia tersenyum dia akan bertambah Tampan.

“Apa kau tau siapa yang menciptakanmu?”

“Tentu Saja.”

“Siapa?” Tanyaku dengan Nada penasaran. Komandan Cho menatapku lama. Aku jadi deg-degan dibuatnya. Aku ini memang Gadis gila. Aku Deg-Degan Ditatap oleh Sebuah Robot? Oh Tuhan, ini mungkin akibat dari Penyakit akut yang kualami beberapa tahun ini yaitu Jomblo Berkepanjangan -_-“

“Kenapa kau ingin tau?”

“Ya.. Aku hanya ingin tau saja, Karena Kau terlihat berbeda dari robot yang lain. Robot yang lain sama seperti Kami. Bermata Biru, Berkulit Putih dan Berambut Pirang. Sedangkan kau?”

“ Memangnya Aku kenapa? Apa tidak boleh ada robot yang sepertiku?” tanyanya. Aku tidak tau sekarang ini dia sedang marah atau tidak karena Ekspresi Dan Nada Suaranya sama saja. DATAR

“ Sudahlah, tidak usah dibahas. Kembali kepertanyaanku tadi. Siapa yang Menciptakanmu?”

“Dia… Mrs. Denia…. Dia yang menciptakanku. Bukan hanya aku, tapi juga banyak robot yang diciptakannya.”

“Apa kau tidak pernah bertanya kenapa hanya kau yang Berbeda?”

“Ya, aku pernah menanyakannya. Namun dia tidak pernah menjawab pertanyaanku dengan serius. Dia hanya tersenyum dan mengatakan “Kau Istimewa… Kau berbeda karena kau Istimewa… Aku Percaya padamu, Kau Adalah pemimpin mereka karena itulah kau kubuat Berbeda. Kau Komandan Cho. Cho Kyuhyun itulah Namamu. Wajah yang Berbeda, Nama yang Berbeda untuk Orang yang Istimewa”

Aku merasakan nada yang berbeda dari ucapan Komandan Cho. Baru kali ini aku bisa merasakan Ucapannya tidak lagi DATAR.. Apakah mungkin dia Mencintai Penciptanya itu?

“Mrs. Denia tidak pernah sekalipun Mengatakan aku ini Robot dihadapanku. Dia menganggap aku ini sama sepertinya dan dia selalu mengatakan aku ini Istimewa. Dan aku juga merasa diistimewakan olehnya karena aku tidak diciptakan sebagai Prajurit biasa namun aku diciptakan sebagai Pemimpin dari robot-robot yang lain. Dimataku dia juga adalah wanita yang Istimewa.”

Ya, aku tidak salah….

Komandan Cho bicara dengan Nada yang berbeda saat dia membicarakan Mrs. Denia….

Bisakah Robot memiliki perasaan seperti itu? Tidak… Tidak Mungkin? Dia itu hanya Sebuah Robot. Sesempurna apapun sebuah Robot diciptakan tetap saja dia tidak akan pernah punya perasaan. Tapi kenapa aku begitu peduli? Jangan-Jangan Aku Cemburu…? Jangan-Jangan menyukai Komandan Cho…? Tidak.. Tidak Boleh…. Jennie, Sadarlah.. Dia itu hanya sebuah Robot. Dia Robot yang diciptakan untuk berperang dan melindungi bumi . Kau tidak boleh Menyukainya. Kau Tidak Boleh mencintainya. Dia Hanya Robot.. Hanya Robot…

 

To Be Continued……………………

[EVENT] Kyuhyun Fanfiction 1st Anniversary… Lomba Fanfiction dan Lomba Edit Foto Profil…

Standard

Annyeonghaseyooooo….. *Lambai²
Gak Kerasa bentar lagi FP Kyuhyun Fanfiction udah Satu Tahun… >.< *Tebar Kiss*
Admin mau mengucapkan Terima Kasih sebesar-besarnya kepada Memberdeul yang selama ini udah setia meramaikan FP *Bow*
Untuk Menyambut dan Memeriahkan 1st Anniversary nya, Kyuhyun Fanfiction Akan mengadakan 2 Lomba Yaitu:
1. Lomba Membuat Fanfiction

Buat memberdeul yang Hobi bikin Fanfiction ini saatnya buat nunjukin bakat kalian
Yuk ikutan Lomba Membuat Fanfiction. Syaratnya :
– Peserta Wajib men-Like FP Kyuhyun Fanfiction ( www.facebook.com/KyuhyunFanfiction) dan juga wajib mem-Follow Twitter Kyuhyun Fanfiction ( www.twitter.com/@KyuhyunFF )
– Fanfiction merupakan KARYA SENDIRI, dan Sebelumnya BELUM PERNAH DI PUBLISH.
– Fanfiction harus berupa ONESHOOT dengan GENRE BEBAS
( *NO NC, NO Yaoi, dan semacamnya)
– Wajib Menjadikan Cho Kyuhyun sebagai Main Cast Dan TIDAK DIPERBOLEHKAN memakai nama member Girlband ataupun Aktris Korea sebagai Cast Yeoja.
– Fanfiction Dikirim Ke Inbox Admin ( www.facebook.com/Hera.melisa ) Sertakan juga Data Diri Kalian berupa :
Nama Lengkap :
Link FB :
Alamat Lengkap :
No Hp :
Ukuran Baju : (S/M/L/XL)

Hadiahnya???

Terbaik 1 :
– 3 Minggu Jadi Admin di Kyuhyun Fanfiction
– 1 buah Tshirt Super Junior
– 1 Album ( Berisi 30 Foto Selca Bias/ Foto By Request)
– Free Request ( Biodata/Fakta Bias, ID Card/ Lirik Lagu/dll)
Terbaik 2 :
– 2 Minggu jadi Admin di Kyuhyun Fanfiction
– Pulsa 10 Ribu
– 1 Album (Berisi 20 Foto Selca Bias/ Foto By Request)
– Free Request ( Biodata/Fakta Bias, ID Card/ Lirik Lagu/dll)
Terbaik 3
– 1 Minggu jadi Admin di Kyuhyun Fanfiction
– Pulsa 5 Ribu
– 1 Album (Berisi 20 Foto Selca Bias/ Foto By Request)
– Free Request ( Biodata/Fakta Bias, ID Card/ Lirik Lagu/dll)

2. Lomba Membuat Foto Profil Fanpage

Buat yang suka Edit-edit Foto Wajib ikutan nih Syaratnya :

– Peserta Wajib men-Like FP Kyuhyun Fanfiction ( www.facebook.com/KyuhyunFanfiction) dan juga wajib mem-Follow Twitter Kyuhyun Fanfiction ( www.twitter.com/@KyuhyunFF )
– Foto merupakan KARYA SENDIRI, dan Sebelumnya BELUM PERNAH DI PUBLISH.
– Jangan lupa mencamtumkan tulisan “Kyuhyun Fanfiction” di foto yang kalian edit
Contoh Gambar :

Ini hanya contoh sederhana… kalian bisa edit yang lebih keren, colourfull dan lebih baguuuuus …^^
– Foto Dikirim Ke Inbox Admin ( www.facebook.com/Hera.melisa ) Sertakan juga Data Diri Kalian berupa :
Nama Lengkap :
Link FB :
Alamat Lengkap :
No Hp :
Ukuran Baju : (S/M/L/XL)

Hadiahnya???

Terbaik 1 :

– 3 Minggu Jadi Admin di Kyuhyun Fanfiction
– 1 buah Tshirt Super Junior
– 1 Album ( Berisi 30 Foto Selca Bias/ Foto By Request)
– Free Request ( Biodata/Fakta Bias, ID Card/ Lirik Lagu/dll)
Terbaik 2 :
– 2 Minggu jadi Admin di Kyuhyun Fanfiction
– Pulsa 10 Ribu
– 1 Album (Berisi 20 Foto Selca Bias/ Foto By Request)
– Free Request ( Biodata/Fakta Bias, ID Card/ Lirik Lagu/dll)
Terbaik 3
– 1 Minggu jadi Admin di Kyuhyun Fanfiction
– Pulsa 5 Ribu
– 1 Album (Berisi 20 Foto Selca Bias/ Foto By Request)
– Free Request ( Biodata/Fakta Bias, ID Card/ Lirik Lagu/dll)

• Setiap peserta WAJIB mengikuti semua Syarat, Jika saat di Cek ada Syarat yang kurang Peserta dianggap Gugur.
• Tiap Peserta DIPERBOLEHKAN untuk ikut salah satu lomba Diatas atau ikut Keduanya sekaligus. Pengiriman Fanfiction dan Foto Dimulai Tanggal 18 April 2013 Pukul 00.01 Sampai dengan 4 Mei 2013 Pukul 23.59. Pemenang akan diumumkan Pada 14 Mei 2013. Pengiriman yang dilakukan setelah tanggal 4 Mei 2013 Pukul 23.59 dianganggap Gugur.
• Penilaian 100% Dari Admin
• Fanfiction yang ikut serta dalam lomba ini akan di Publish di FP & WP Kyuhyun Fanfiction sedangkan Foto yang ikut serta dalam Lomba ini secara bergantian akan dijadikan sebagai Foto Profil Page…^^
• Lomba ini GRATIS TANPA DIPUNGUT BIAYA APAPUN termasuk Ongkos Kirim Hadiah kepada para Pemenang ^^

Ditunggu Partisipasinya dan Jika ada pertanyaan bisa langsung ditanyakan ke Admin. Silahkan komen ^^

thanKYU

[Kyuhyun Fanfiction] Love Family Part. 1

Gallery

  Judul   : Love Family™ ›› Part. I ‹‹ Genre  :Family, Sad Cast : ♥ Cho Kyuhyun As KyuHyun ( SooHyun’s Father) ♥ Suzy Bae As Lee Ahra ♥ Greyson Chance As SooHyun ♥ And Other Cast…………. Note : Gak Suka, Gak Usah Baca…. No Bashing …..Hope You Like….Cekidot…!!!!     ……………………………………………..♥♥♥………………………………………………. Ahra’s POV […]