[Kyuhyun Fanfiction] Oppa, Mianhae…Oppa Saranghae Part.2

Image

(FF) Oppa, Mianhae…Oppa Saranghae™(Part.2)
oleh Hera Melisa (Catatan) pada 20 Juli 2011 pukul 20:01

Ini FF Punya Saya. Suka-Suka Saya Mau Nulis Apa, Mengarang bebas sebebas-bebasnya..hahaha sombong banget *evil laugh*

Dilarang Nge-Bash, Dianjurkan Comment

Don’t Like Don’t Read

Oh iya, beberapa kejadian di FF ini merupakan pengalaman pribadi lho..hehehe *mengingat masa-masa SMA*

Yesungdalah, dari pada banyak bacot mending langsung aja….

Cekidot…..

 

 

Judul               : ♥ Oppa, Mianhae…Oppa Saranghae™ ♥ (Part.2)

Cast                 : ♫ Han Min Rin

                          ♫ HanKyung

                          ♫ Cho KyuHyun

                          ♫ Cho Ahra

                          ♫ And Other Cast

 

………………………………………………………………………………………………

Author POV

“MinMin” kata namja itu terkejut melihat Min Rin

“Kyu?” kata Min Rin juga tidak kalah terkejut.

“Kau mengenalnya?” tanya Ahra Pada Dongsaengnya itu.

“Tentu saja! Dia teman sekelasku!” jawab Kyu “MinMin kau kenapa? Kau menangis?”tanya Kyu berjalan mendekati Min Rin

“Annio! Mana mungkin aku menangis!” kilah Min Rin

“Tidak usah berbohong! Lihat mukamu tambah jelek kalau habis menangis!” Ejek Kyu

“Ya kau….!” Teriak Min Rin kesal.

Kyu tertawa kecil melihat wajah Min rin yang sedang kesal. Dia suka sekali melihat yeoja itu jika sedang kesal.

“Hyung siapa?” kata kyu mengalihkan pandangannya kearah namja yang berada disamping Min Rin.

“Dia Han Kyung! Dia teman Noona dikampus, Han Kyung juga Oppanya Min Rin!” jelas Ahra. Ahra tidak berani menyebut Han Kyung Namja Chingunya. Karena dia bingung dengan status hubungan mereka sekarang.

“Ooo..Jadi Oppanya Min rin! Annyeong Hyung…Joneun KyuHyun imnida! Aku namjachingu Min Rin.” Kata Kyuhyun sambil membungkukan badannya di depan Han Kyung

“Ya, Apa-apaan kau? Enak saja ngaku-ngaku namja chinguku.” Kata Min Rin kesal.

“Mianhae..aku salah. Akan kuulangi.Annyeong Hyung…Joneun KyuHyun imnida! Aku calon namjachingu Min Rin!”

“Hei Cho KyuHyun! Kita itu musuh FOREVER!” kata Min Rin tambah kesal.

Han Kyung Hanya tersenyum melihat adiknya. Dialihkannya pandangannya kearah Ahra. Ahra juga menatap Han Kyung. Mereka saling menatap lama. Han Kyung menatap Ahra dengan senyuman miris. Ahra mengangguk dan membalas tersenyum seolah mengisyaratkan Aku mengerti.

………………………………………………………………………………………………

Min Rin’s  POV

Kudengar pintu kamarku diketuk

“RinRin…! boleh oppa masuk?”

“Ne oppa!” kataku dari dalam kamar. Kulihat ganggang pintu bergerak dan pintu kamarku terbuka perlahan. Han Kyung Oppa melangkah masuk dan duduk disebelahku dipinggir ranjang

“Eomma sudah pulang Oppa?” tanyaku. Kulihat Han Kyung Oppa hanya menggeleng. “RinRin!” katanya

 “Ne” jawabku

“Hmmm….Oppa Sudah putus dengan Ahra!” katanya padaku. Aku sungguh senang mendengarnya, namun kulihat wajahnya terlihat sedih dan matanya agak sembab. Apakah dia habis menangis?

“Apa Oppa sangat mencintainya?” tanyaku seolah aku tidak tau.

“Aku menyayangimu Min Rin.” Jawabnya dengan senyum dipaksakan.

Rasanya kini aku merasa bersalah pada Oppaku ini. Menyuruhnya putus dengan yeoja yang dicintainya. Memaksanya mengubur dalam-dalam perasaan cintanya. Kini aku merasa sangat Egois. Tapi aku tetap tidak mau melepasnya. Tidak akan.

“Apa Oppa Oppa mencintainya?” ulangku.

“Aku lebih memilihmu Rin Rin ah?” katanya tetap tidak ingin menjawab. Aku tau Oppa pasti sangat mencintai Yeoja itu. Tidak pernah kulihat dia menangis selain ketika Appa meninggal. Dia pasti sangat mencintainya. Haruskah aku melepasnya? Kini aku merasa bersama orang yang kucintai memang membahagiakan. Tapi bila dia bersedih disampingku itu malah membuat menderita melihatnya. Tapi aku mencintainya. Aku mencintainya lebih dari siapapun. Aku tidak ingin melihatnya bersama orang lain. Dia hanya milikku. Oppa hanya milikku seorang.

“Aku akan jujur sekarang. Aku tidak suka Oppa pacaran dengan Yeoja lain karena……!” kataku tertahan. Kulihat Han Kyung menatap serius kearahku menunggu lanjutan kata-kataku tadi.

 “Karena Aku mencintai Oppa!” lanjutku.

Han Kyung’s POV

“Karena Aku mencintai Oppa!” kudengar RinRin menyambung kata-katanya yang tadi tertahan.

Aku terkejut setengah mati mendengar kata dongsaengku ini. Bagaimana bisa dia berani berkata seperti itu.

“Apa maksudmu?” tanyaku mengharap penjelasan yang lebih banyak darinya. Kulihat dia menunduk sesaat. Namun beberapa menit kemudian dia mendongakkan kepalanya menatapku. Dan dengan cepat ditempelkannya bibirnya kebibirku. Aku reflek mendorongnya agar bibir kami tidak lagi bersatu. Dia menunduk dan kudengar dia menangis terisak. Aku sungguh tidak tahan melihat adikku menangis, apalagi dia menangis karena aku. Kubawa dia kerangkulanku dan kupeluk erat tubuhnya. “RinRin…Jangan menangis! Jebal!” kataku sambil kuelus lembut rambutnya.

“Oppa saranghae!” katanya masih terisak dipelukanku. ”Aku tau kau pasti menganggapku gila, tidak waras atau apalah. Tapi aku tidak bisa lagi menahan perasaan ku ini Oppa! Aku mencintaimu, bukan mencintaimu sebagai Oppa tapi aku mencintaimu sebagai Namja!aku mencintaimu Oppa! Rin Rin mencintai Oppa.“ Katanya lagi menangis lebih kencang. Aku benar-benar tidak tahan melihatnya begini. Kupeluk dia lebih erat. “RinRin…Jangan menangis! Jebal!” ulangku. Aku benar-benar tidak tega melihatnya menangis seperti ini. Hatiku ikut menangis melihatnya seperti ini. Kenapa semua ini bisa terjadi. Tuhan apa yang harus kulakukan. Apa aku harus memarahinya? Oh tidak! Aku tidak bisa. Aku tidak ingin membuatnya tambah menangis dan membenciku. Tapi kalau aku membiarkannya juga tidak mungkin. Ini adalah sesuatu ang terlarang dan sungguh tidak wajar.

Tidak Kudengar lagi isak tangis RinRin dipelukanku. Ternyata dia tertidur. aku merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan kuselimuti dia.Kulihat matanya masih sembab karena dia menangis cukup lama  Kuelus pelan rambutnya dan kucium lembut keningnya.

“Mianhae RinRin”

Aku berjalan keluar kamar RinRin dan menutup pintu kamarnya pelan agar dia tidak terbangun.Kudengar bel berbunyi. Kulihat jam yang tertempel didinding. Jam menunjukkan pukul delapan tepat Segera aku melangkah kearah pintu depan untuk membuka pintu. Aku tau itu pasti Eommaku yang baru pulang kerja, karena Eomma selalu pulang jam segini jika harus lembur.

“Eomma sudah pulang! Eomma pasti capek, aku buatkan teh ya?” kataku setelah membuka pintu dan Eommaku masuk kedalam.

“Tidak usah Han!” tolak Eommaku sambil tersenyum lelah. Kasihan Eomma harus bekerja dari pagi sampai malam begini. Aku ingin cepat jadi sarjana dan mendapat pekerjaan yang bagus agar Eomma tidak usah bekerja lagi. Aku juga sudah pernah berniat untuk kerja Part Time di sebuah café, tapi Eomma melarangku karena takut kuliahku terbengkalai.

“Min Rin mana Han?” Tanya Eomma lagi sambil duduk istirahat disofa.

“Sudah tidur Eomma!”

“Tumben jam segini dia sudah tidur!”Kau sudah makan Han?” kata Eomma lagi

“Sudah Eomma!” jawabku. Eomma sudah makan? Aku siapkan makan malam untuk Eomma ya!”kataku beranjak kedapur namun Eomma menolak.

“Tidak usah Han, Eomma tadi sudah makan di kantor!”

Aku hanya mengangguk dan ikut duduk disebelah Eomma ku.

“Eomma!” kataku lagi

“Ne!”

“Besok aku mau menginap ditempat temanku eomma, Mungkin untuk beberapa hari. kami ada banyak tugas kuliah, jadi aku rencananya aku akan menginap dirumahnya agar bisa mengerjakan tugas iu bersama-sama. Boleh kan Eomma?” kataku berbohong pada Eomma. Sebenarnya aku ingin menginap dirumah Heechul beberapa hari untuk menjauhi RinRin. Aku membutuhkan waktu untuk menenangkan pikiranku yang sejak tadi tegang mendengar ucapan-ucapan RinRin. Aku juga harus menenangkan hatiku yang sakit ini. Aku sungguh tidak tahan harus berpisah dengan Ahra. Aku sangat mencintainya. Tapi aku tidak Ingin Rin Rin kenapa-Kenapa. Aku sangat menyayanginya. Aku takut dia akan melakukan hal yang bodoh seperti ucapannya tadi siang dirumah Ahra. Mungkin saja dia berani melakukan hal itu karena dia memang masih labil. Aku harus menjauh darinya. Mungkin RinRin juga butuh waktu agar hatinya tenang. Setelah keadaannya tenang barulah aku akan memberi penjelasan dan sedikit nasehat untuk RinRin.

Eomma menoleh kearahku dengan tersenyum dan mengangguk “Tentu boleh Han! Katanya.”Eomma kekamar dulu ya, eomma mau istirahat. Eomma capek sekali.” Kata eomma lagi mengelus sejenak pundakku .

“Ne Eomma” kataku mengangguk. Kulihat Eomma berjalan menuju kamarnya. Aku juga beranjak menuju kamarku untuk beristirahat. Aku juga sungguh merasa lelah hari ini.

………………………………………………………………………………………………

Min Rin’s POV

 

“Oppa saranghae! Aku tau kau pasti menganggapku gila, tidak waras atau apalah. Tapi aku tidak bisa lagi menahan perasaan ku ini Oppa! Aku mencintaimu, bukan mencintaimu sebagai Oppa tapi aku mencintaimu sebagai Namja!aku mencintaimu Oppa! Aku mencintaimu.” Kembali terbersit dipikiranku kata-kataku semalam.

“dasar Min Rin Paboya!” kataku memukul pelan pipiku sendiri berulang kali. “Aku benar-benar bodoh! Kenapa aku berkata begitu!” kataku lagi Sambil merapikan seragamku didepan cermin meja rias dikamarku.

Aku menarik nafas panjang dari hidung dan menghembuskannya perlahan melalui mulutku ritual yang biasa kulakukan untuk menenangkan hatiku. aku beranjak keluar kamar. Kubuka pelan pintu kamarku dan melangkah pelan kemeja makan. Seperti biasa Eomma tidak ikut sarapan karena sudah berangkat kekantor. Tapi aku juga tidak melihat Han Kyung Oppa dimeja makan. Biasanya dia selalu ada dimeja lebih awal dari pada aku. Kulihat diatas meja sudah ada roti yang diberi selai dan segelas susu. Aku tau pasti Han Kyung Oppa yang menyiapkannya. Karena memang setiap pagi dialah yang menyiapkan sarapan. Begitu juga dengan makan siang dan makan malam juga Han Kyung Oppa lah yang memasak. Han Kyung Oppa sangat pandai memasak, semua masakannya sangat enak, Tapi yang paling aku suka adalah Nasi goreng Beijing buatannya.sebenarnya aku malu karena aku tidak pandai memasak, padahal aku sudah kelas 2 SMA. Bukannya aku malas, tapi aku dilarang oppa untuk memasak, karena dia takut kalau terjadi sesuatu padaku seperti tanganku yang terkena pisau, atau kulitku yang terkena percikan minyak panas jika menggoreng.

Aku duduk dikursi makan sambil meraih gelas susu dan meminumnya. Kudengar pintu kamar terbuka dan kemudian tertutup. Pasti itu Han Kyung Oppa. Hatiku yang tadi sudah mulai tenang kembali berdegup kencang. Kulihat Han Kyung Oppa berjalan kemeja makan sambil membawa sebuah Travel bag berwarna hitam miliknya dan menyandang sebuah ransel dipunggungnya.

“RinRin, kau sudah selesai sarapan?”

“Ne oppa!” kataku sambil mengangguk

“Kajja…oppa akan mengantarmu!” katanya tersenyum padaku seperti biasa. Aku merasa heran, apa semalam itu hanya mimpi? Tidak…tidak mungkin itu mimpi. Kejadian tadi malam begitu nyata. Iu idak mungkin mimpi, malah sampai sekarang aku masih mengingatnya.atau mungkin Han Kyung Oppa pura-pura melupakan kejadian tadi malam.

“Ya kenapa melamun! Kajja…nanti kau terlambat.”

“oppa mau kemana? Kenapa bawa-bawa travel bag begitu!” tanyaku begitu tersadar dari lamunanku.

“Aaa…Oppa mau menginap di tempat teman untuk beberapa hari.” Jelasnya

“Oppa ingin menjauhiku!” tuduhku. Kulihat Han Kyung Oppa hanya diam dan tidak menjawab. “Oppa ingin menjauhiku kan? Iyakan?” kataku lagi padanya.

“Ani…oppa banyak tugas kuliah, Oppa menginap dirumah teman oppa itu supaya kami bisa mengerjakan tugas bersama.”

“Bohong.” Kataku kesal “oppa bohong! Aku tau oppa ingin pergi untuk menjauhiku. Oppa membenciku karena aku mencintai Oppa kan? Karena tidak bisa membalas perasaanku makanya Oppa menjauhiku.”

“RinRin”

“jangan pergi oppa, jangan pergi, jebal!”kataku mulai menangis. Entah kenapa aku mulai jadi cengeng sekarang. Asal berada dihadapan  Han Kyung Oppa aku selalu menangis. Han Kyung Oppa berjalan mendekatiku dan memelukku. Aku tau pasti dia tidak tahan melihatku menangis.

“Oppa hanya pergi menginap beberapa hari saja RinRin .”Hiburnya.

“jangan pergi oppa, walau hanya beberapa hari sekalipun. jangan tinggalkan RinRin, kalau oppa pergi , RinRin pasti akan sendirian dirumah sampai eomma pulang kan!?” Kataku terisak dipelukannya. “Aku tidak peduli jika oppa tidak membalas perasaanku, tapi aku mohon oppa jangan pergi, jangan tinggalkan RinRin Oppa!”

………………………………………………………………………………………………………………………

Han Kyung’s POV

jangan pergi oppa, walau hanya beberapa hari sekalipun. jangan tinggalkan RinRin, kalau oppa pergi , RinRin pasti akan sendirian dirumah sampai eomma pulang kan!?” Katana terisak dipelikanku. “Aku tidak peduli jika oppa tidak membalas perasaanku, tapi aku mohon oppa jangan pergi, jangan tinggalkan RinRin Oppa!” katanya memohon dalam dekapanku. KuElus lembut rambut panjangnya yang dibiarkannya terurai perlahan kulepaskan dia dari pelukanku

“Oppa tidak jadi pergi kalau kau mau berjanji pada oppa!”

“janji apa itu oppa?” tanyanya heran

“oppa akan tetap disampingmu asal kau jangan menangis lagi. Oppa tidak tahan melihatmu menangis RinRin ah. Arraseo!”. Kataku sambil menghapus air matanya. kulihat dia menggangguk sambil tersenyum manis. Kukecup lembut keningnya, Kedua matanya, kedua pipinya dan terakhir kukecup lembut bibirnya lama. Aku tau ini salah, tapi entah kenapa aku menginginkannya. Sepertinya aku juga sudah gila sekarang, aku benar-benar sudah gila.

“Oppa!” katanya dengan ekspresi wajah kaget. Aku tau dia pasti kaget dengan perlakuanku itu. Aku sendiri saja kaget kenapa aku melakukan hal itu.

“Kajja…kita berangkat,nanti kau terlambat!” kataku menarik tangannya dan dia hanya menurut.

 

Min Rin’s

 

♣ To Be Continue ♣

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s